Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pemkot Palu Gelar Aksi Kaili Damai Pemilu 2019

0 49

PALU EKSPRES, PALU – Ratusan massa dari sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) berkumpul di lapangan Vatulemo Palu, Selasa 9 April 2019. Mereka menyeru siap mengawal dan menyukseskan Pemilu tahun 2019 secara bermartabat.

Massa yang hadir diantaranya dari Forum Komunikasi Pemuda Kaili (FKPK) Palu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), lembaga-lembaga adat se Kota Palu, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta organisasi lainnya dari seluruh kecamatan dan kelurahan.

Perwakilan Ormas yang tergabung dalam aksi Kaili Damai ini kemudian membacakan deklarasi sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran Pemilu, 17 April 2019 nanti.

Isi deklarasi antara lain, jangan coba-coba sobek Pancasila kami, jangan coba mengusik UUD 1945, jangan meretakkan kebinekaan.
Jangan coba merusak toleransi di Tanah Kaili, jangan cabik merah putih kami dan NKRI harga mati.

Selanjutnya  dalam  isi  deklarasi  yang  dibacakan  bersama itu  menegaskan pernyataan akan mengusir siapa saja yang merusak kerukunan bangsa tanah Kaili.

“Forum akan usir kalian dari tanah kaili kalau coba merusak kerukunan bangsa. NKRI harga mati,”seru perwakilan Ormas saat membacakan deklarasi.

Aksi Kaili damai dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said, Kapolres Palu serta Dandim 1306 Donggala Palu.

Aksi ini diisi dengan beragam kegiatan. Diawali dengan pembacaan doa bersama dari seluruh perwakilan agama kepercayaan. Kemudian pembentangan bendera merah putih sepanjang kurang lebih 200 meter mengitari lapangan Vatulemo Palu oleh pasukan Pramuka, diiringi lagu padamu negeri.

Selanjutnya orasi kebangsaan dari  Ketua FKUB Palu, Ismail Pangeran. Dalam orasinya Ismail menekankan adanya friman Allah dalam ayat Al Qur’an yang bisa dijadikan pedoman dan petunjuk dalam menjaga ketertiban dan toleransi antar umat beragama.

Ayat itu menurutnya sengaja diturunkan untuk umat manusia.
Yang intinya menegaskan bahwa manusia memang diciptakan berbeda.

“Surat itu kata dia aldalah surah Alhujarat ayat 13. Menegaskan bahwa segala sunnatulah. Allah menciptakan perbedaan manusia. Tujuannya untuk saling kenal, benatu membantu dan bahu membahu,”jelasnya.

Selanjutnya Ismail juga menyinggung surah lainnya tentang upaya menangkal berita hoaks.

“Apabila datang bagi orang membawa kabar kepada kalian. Maka Tabayyun. Teliti. Ini peringatan keras untuk menjadi landasan kebersamaan. Untuk menjaga ketertiban bermasyarakat,”jelasnya.

Karena itu, Indonesia dengan segala perbedaan suku agama dan ras masyarakatnya akan tetap ada dimuka bumi hingga kiamat nanti.

“Karenanya mari menjaga kedamaian. Biasa dalam beda pilihan. Indonesia merdeka bukan hadiah. Tapi berkat perjuangan seluruh komponen bangsa. Seluruh agama,”tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said menyatakan kegiatan itu merupakan kegiatan yang digagas Pemkot Palu. Kegiatan itu berangkat dari keinginan masyarakat untuk bersama mengawal jalannya pemilu  secara aman tertib dan bermartabat melalui sebuah deklarasi.

Tujuannya kata dia agar masyarakat  dapat bersama mengamankan jalannya proses Pemilu. Sehingga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan bersama sepeti misalanya perpecahan antara masyarakat.

Kota Palu menurutnya etalase Sulteng.
Kota yang menjadi tolak ukur dari seluruh aspek kehidupan sosial. Olehnya itu ibukota harus dijaga bersama.

Namun katanya semua itu tidak cukup jika hanya dilakukan pemerintah. Sangat dibutuhkanutuh peran serta dari semua elemen masyarakat termasuk kalangan media dan insan pers.

“Alhamdulillah semuanya berkumpul hari ini untuk bersepakat menjaga dan mengawal Pemilu agar berjalan dengan damai dan tertib,”jelas Pasha, sapaan akrabnya.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.