Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Naskah Ujian USBN SD di Parimo Siap Didistribusikan

0 70

PALU EKSPRES, PARIGI– Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) melalui Kepala Seksi Kurikulum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Masita, kepada media ini, Selasa 9 April 2019 mengatakan, pendistribusian naskah ujian USBN memprioritaskan wilayah yang dianggap jauh. Misalnya, Kecamatan Moutong dan Tinombo.

Menurut Masita, jumlah naskah soal USBN yang distribusikan sebanyak 9.331 untuk 400 lebih Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se- Kabupaten Parigi Moutong.
Pendistribusian soal ini kata dia, akan dibagi beberapa kelompok oleh panitia ujian kabupaten, serta mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Saat ini lanjut dia, seluruh naskah ujian telah tiba di Disdikbud pada hari Senin (8/4/2019), dalam keadaan tersegel. Rencananya, sebelum pendistribusian, pihaknya akan melakukan pertemuan bersama dengan 23 koordinator wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kecamatan. Hal tersebut dilakukan untuk menyepakati lokasi penyimpanan soal USBN di Kecamatan.

“Tahun sebelumnya soal USBN dititip di Kantor Polsek atau UPTD, pada saat pelaksanaan baru seluruh soal tersebut akan didistribusikan ke masing-masing sekolah,” jelasnya.
Dia menjelaskan, untuk mata pelajaran yang diujikan adalah, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika.

Kemudian, dari jumlah soal yang telah terdistribusikan nantinya, akan ada soal susulan yang diperuntukan bagi peserta yang tidak mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan dari pusat.
“Pelaksanaan USBN SD dimulai pada tanggal 23 April mendatang,” ujarnya.
Dia mengatakan, jumlah soal yang ada sesuai dengan jumlah peserta yang mengikuti USBN. Sebab nama-nama peserta telah dilaporkan sebelumnya melalui dapodik.
Lanjut dia, jumlah peserta USBN setiap tahunnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Olehnya, pihak Dinas berharap kerjasama dari berbagai pihak, utamanya kepada para pengawas serta Korwil agar terus melakukan pemantauan di setiap sekolah.
“Sesuai harapan Kadisdikbud, pelaksanaan ujian ini berjalan dengan aman sehingga tidak terjadi kecurangan. Sehingga nilai yang dihasilkan nantinya murni dari para siswa tanpa ada intervensi dari mana pun,” ujarnya.
“Kami diingatkan Kadis agar hasil pelaksanaan ini tidak ada kecurangan, makanya pengawas harus benar-benar bekerja sesuai tugasnya,” tambahnya.

(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.