Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Wali Kota se Indonesia Berencana Bantu Huntap di Palu

0 71

 

PALU EKSPRES, PALU – Wali Kota se Indonesia berencana memberi bantuan berupa hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana di Kota Palu Sulawesi Tengah (Tengah). Rencana ini mengemuka dalam rapat kerja nasional  (Rakernas) Komisariat wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota se Indonesia (Apeksi) di Semarang akhir Maret 2019.

Wali Kota Palu Hidayat menjelaskan, rencana itu muncul setelah dirinya diberi kesempatan untuk menyampaikan upaya penanganan bencana yang dilakukan Pemkot Palu.
Momen itu sebut Hidayat ia manfaatkan sekaligus untuk memohon kerelaan wali kota se Indonesia agar bisa menyumbang Huntap sebagai upaya relokasi korban bencana yang kini tengah digenjot.

“Dalam penanganan bencana sebelumnya, sudah banyak bantuan yang kami terima dari wali kota di Indonesia. Makanya dalam kesempatan itu, saya bermohon kembali agar membantu kami lagi dalam pemenuhan Huntap,”kata Hidayat, Senin 1 April 2019.
Permohonan itu jelas Hidayat, langsung direspon Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Airin, yang saat ini menjabat Wali Kota Tanggerang Selatan. Airin selanjutnya meminta tanggapan dari seluruh wali kota yang hadir dalam forum tersebut.

“Alhamdulilah seluruh wali kota yang hadir merespon permohonan itu,”katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Ketua dan Wakil Ketua Apeksi, lanjut Hidayat akan menyurati semua wali kota untuk menyampaikan bentuk partisipasi mereka. Namun partispasi  itu sesuai kerelaan dan kemampuan masing-masing daerah sekaitan jumlah Huntap yang akan mereka sumbang nantinya.

“Ya mudah mudahanlah dengan bantuan ini kita bisa segera memenuhi Huntap untuk mempercepat relokasi,”jelasnya.

Terhadap rencana bantuan itu, Pemkot melalui dinas terkait akan segera menyusun side plant kawasan.
Pihaknya berencana menjadikan Huntap bantuan wali kota se Indonesia ini menjadi sebuah kawasan perumahan Apeksi.

“Kami akan mengatur agar  Huntap nantinya disesuaikan dengan ciri khas kearifan lokal masing-masing daerah,”ujarnya.

Mengenai jumlah unit Huntap yang akan disumbangkan, Hidayat mengaku tergantung kemanisan hati masing-masing wali kota. Namun kata Hidayat, jika masing-masing daerah memberi tiga atau sampai lima unit Huntap, maka dalam estimasi sementara akan ada sekitar tiga ribu unit Huntap yang akan segera berdiri.

Dalam catatannya, Hidayat memaparkan, Huntap yang segera terbangun antara lain dari Yayasan Budha Tzu Chi, sebanyak 2000 unit.
Kemudian dari yayasan Al Khair sebanyak 400 unit dan yayasan bumi bakti sebanyak 100 unit. Termasuk 15 unit bantuan dari Wali Kota Surabaya.

“Kalau kita hitung, tiga atau empat unit saja dari masing-masing wali kota, maka akan ada sekitar tiga ribu unit yang akan terbangun,”urainya.

Sementara jumlah korban bencana yang harus direlokasi ke Huntap menurut Hidayat sebanyak 5000 kepala keluarga.

“Saat ini kami susun dulu side plan untuk menyediakan lokasinya. Kita buat khusus sebagai kawasan Huntap perumahan Apeksi,”paparnya.

Lebih jauh Hidayat menyatakan, pembangunan Huntap bantuan Apeksi ini direncanakan mengambil lokasi di Kelurahan Tondo-Talise.
Yakni lokasi yang sebelumnya telah ditetapkan pusat relokasi oleh Gubernur Sulteng.

“Lokasinya sama dengan lokasi Huntap bantuan yayasan Budha Tzu Chi. Cuma mungkin kita buat blok khusus untuk perumahan Apeksi,”ujar Hidayat.

Dengan adanya bantuan Huntap dari berbagai pihak tersebut, relokasi warga tambah Hidayat diharapkan bisa disegerakan lebih cepat dari target pembangunan Huntap dari pemerintah pusat yang diperkirakan menelan waktu dua tahun kedepan.

“Ya bisa jadi kita tidak usah menunggu dari pemerintah pusat. Apalagi jika masih ada bantuan lain dan bisa memenuhi jumlah kebutuhan relokasi,”sebutnya.
Dia menambahkan, permohonan Huntap yang ia sampaikan dalam Rakernas Apeksi merupakan satu dari sekian banyak upaya untuk mempercepat proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan korban bencana di Palu.

“Ini yang kami hasilkan dari beberapa kali perjalanan kami ke luar daerah,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.