Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Enam Guru Honorer di Banten Dipecat, Indikasi Rezim Jokowi Panik

0 42

PALU EKSPRES, JAKARTA – Wakil Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga Dhimam Abror prihatin atas nasib enam guru honorer di Kabupaten Tangeran, Banten, yang dipecat karena berpose salam dua jari dan pamer stiker Prabowo – Sandiaga

Menurut Dhimam, pemecatan itu itu menandakan rezim Jokowi dilanda ketakutan. Rezim Jokowi khawatir, tampuk kepemimpinan Indonesia, bakal berganti wajah setelah pemilihan presiden 2019.

“Ini jelas rezim yang panik. Kekalahan mereka sudah di depan mata dan perlawanan rakyat sudah meluas di mana-mana,” kata dia saat dihubungi jpnn, Selasa (26/3/2019).

Dia menuturkan, pemecatan tersebut justru bakal berimbas pada elektabilitas capres petahana tersebut. Dia meyakini, guru honorer tidak akan memilih Jokowi dalam pilpres 2019.

“Guru honorer semuanya pasti menolak Jokowi. Aparatur sipil negara (ASN) pun, tidak akan ada yang pilih Jokowi. Semakin rakyat ditekan semakin melawan,” ungkap dia.

Koordinator Hononer K2 Indonesia Bhimma kembali mengkritisi kebijakan pemerintah. Ini setelah bermunculan fakta-fakta yang menunjukkan ketidakadilan dalam menjalankan aturan netralitas.

Dia mencontohkan guru agama Islam di Semarang yang nyata-nyata mendukung Jokowi dan berpose salam satu jari malah tidak ditindak. Tidak ada pemberian sanksi bagi para guru agama Islam tersebut.
Sangat kontras dengan nasib enam guru honorer di Banten. Hanya karena mendukung pasangan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandiaga dan berpose salam dua jari langsung dipecat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Padahal status mereka bukan guru aparatur sipil negara (ASN).

“Aneh sekali, dan baru rezim ini yang mengambil tindakan di luar akal sehat,” kata Bhimma, guru honorer K2 merangkap operator sekolah di Jawa Barat kepada JPNN, Minggu (24/3/2019).

(mg10/jpnn)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.