Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Bantuan Sapi di Desa Baliara Parimo Dinilai Tidak Tepat Sasaran

0 106

PALU EKSPRES, PARIGI– Sejumlah Warga Desa Baliara Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mempertanyakan bantuan sapi yang anggarannya bersumber dari dana desa (DD) tahun 2018 untuk pemberdayaan masyarakat.

Pasalnya, menurut sumber yang enggan namanya dikorankan, bantuan tersebut hanya dinikmati oleh sejumlah perangkat desa saja.

Keterangan yang dihimpun dari sumber, Kamis 21 Maret 2019, menyebutkan, bantuan sapi itu saat ini hanya diterima oleh Sekretaris Desa (Sekdes) beserta perangkat di bawahnya. Sedangkan menurut sumber bantuan sapi tersebut berjumlah 10 ekor.

Di daerah lain kata dia, bantuan sapi itu bisa dinikmati oleh warga yang membutuhkan, terutama para petani.
“Tidak seperti di sini, yang mengelola dan menerima bantuan sapi justru perangkat desa,” keluhnya.

Ia berharap, ke depannya perangkat desa itu bisa membagikan sapi bantuan tersebut kepada warga yang lebih berhak untuk menerima bantuan.

Selain itu, diharapkan juga kepada pemerintah desa setempat mengedepankan transparansi terkait bantuan tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Baliara, Ishak T. Maharipi dikonfirmasi media ini di kantornya, Kamis 21 Maret 2019 mengatakan, bahwa bantuan sapi itu sudah sesuai peruntukannya. Saat ini, bantuan sapi sudah dibagikan kepada warga yang tergabung dalam kelompok penerima bantuan.

Menurut Sekdes, dalam bantuan tersebut telah terdaftar nama-nama warga yang menerima bantuan sapi sebanyak 10 orang.
“Bantuan sapi memang ada jumlahnya 10 ekor dan itu sudah dibagikan kepada warga yang tergabung dalam kelompok,” ujarnya.

Dia mengatakan, bantuan tersebut diberikan berdasarkan proposal yang diajukan warga ke pemerintah desa. Sehingga peruntukannya disesuaikan dengan proposal yang telah diajukan.

Ia menambahkan, nantinya sapi-sapi itu akan diberikan kepada warga secara bergiliran dengan sistem pinjam. Setelah sapi lahir nanti, harus digilirkan kepada warga lainnya.

“Jadi, diberi kesempatan selama 2 tahun kepada warga yang menerima bantuan sapi, setelah sapi melahirkan baru indukannya digilir ke warga lainnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.