Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Di Kabupaten Sigi, Tambak Budidaya Ikan Kembali Berproduksi pada 2020

0 98

PALU EKSPRES, SIGI– Kepala Seksi Konservasi Perairan Umum Daratan dan Penjualan Hasil Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Mukram, mengatakan persoalan yang dialami para pembudidaya ikan di Kabupaten Sigi adalah sumber air untuk budidaya.

Mukram menyebutkan, semenjak pasca gempa yang mengakibatkan putusnya jaringan irigasi sungai Gumbasa, petambak di Kecamatan Dolo, Sigi Biromaru, dan Tanambulava tidak dapat lagi membudidayakan atau memproduksi ikan karena tidak adanya sumber air.

Solusi bagi ketiadaan sumber air bagi petani budidaya tambak katanya, di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi itu, Dinas Ketahanan Pangan dan perikanan Sigi akan melakukan pengadaan sumur bor dangkal pada tahun 2020.

“Untuk di kecamatan Dolo itu, ada sekitar 30 unit permintaan masyarakat, begitu juga di Kecamatan Sigi Biromaru dan Kecamatan Tanambulava. Sehingga kemungkinan besar yang kita usulkan itu untuk tahun anggaran 2020 adalah kurang lebih 100 unit pengadaan sumur bor dangkal yang akan kita siapkan bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut untuk kembali memproduksi ikan,” ujarnya.

Akibat gempa kata Mukram, sangat mempengaruhi sektor perikanan di Kabupaten Sigi. Oleh karena itu, baik itu dari ketersediaan air bagi produksi ikan dan revitalisasi sejumlah lahan tambak ikan yang rusak akibat bencana gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi akan dituntaskan pada tahun anggaran 2020.

“Yah mudah-mudahan saja setelah persoalan ini telah kita tuntaskan semua, sektor perikanan di Kabupaten Sigi bisa kembali normal dan lebih baik lagi produksi ikanya ditengah masyarakat,” ungkapnya.

(mg4/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.