Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kubu Jokowi-Ma’ruf Tak Setuju UN Dihapus

0 73

PALU EKSPRES, JAKARTA– Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno berjanji bakal menghapus Ujian Nasional (UN) apabila dipercaya ?bersama dengan Prabowo Subianto menjadi kepala negara pada 2019. Namun, rencana tersebut ditentang oleh tim sukses Jokowi-Ma’ruf.

Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Ace Hasan Syadzily mengatakan, ?dalam setiap unit pendidikan itu mesti ada ujian. Hal itu dilakukan sebagai alat ukur untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik.

“Karena UN ini kan untuk melihat sejauh mana kemampuan para peserta didik,” ujar Ace kepada JawaPos.com, Senin (18/3/2019).

Oleh sebab itu, Jokowi-Ma’ruf Amin memandang UN sampai saat ini masih dibutuhkan untuk melihat kemampuan para peserta didik. Sehingga TKN tidak sepakat apabila UN bagi para siswa dihapuskan.

“Nah kami memandang UN itu masih sangat penting untuk dilanjutkan. Alasannya, (menjadi) salah satu standar penilaian untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik dalam hal penguasaan, kompetensi keilmuan,” katanya.

Ketua DPP Partai Golkar ini lantas berrtanya kepada Sandiaga Uno, bagiamana kalau pendidikan di Indonesia tidak ada alat ukurnya. ?Hal ini yang belum dijelaskan oleh Sandiaga Uno yang berencana menghapuskan UN.

“Nah kalau misalnya tidak ada standar, tentu nanti tidak akan ada alat ukurnya,” ungkapnya.

Menurut Ace, usulan Sandi yang bakal mengganti UN dengan penelusuran minat dan bakat juga sangat menggantung. Karena dia tidak menjelasan secara spesifik, apakah penelusuran minat dan bakat menjadi standar kelulusan siswa.

“Apa yang menjadi standar kelulusan, standar kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik dan itu diakui secara nasional,” pungkansya.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan dalam debat ketiga Pilpres 2019 bahwa bila dirinya dan Prabowo terpilih, maka akan menghapus ujian nasional (UN).

Sebagai gantinya, Sandi mengatakan pelajar akan menjalani konsep penelusuran minat dan bakat. “Kami pastikan bahwa ujian nasional dihentikan dan diganti dengan penelusuran minat dan bakat,” kata Sandi dalam debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Dia juga menjanjikan sistem pendidikan yang tuntas dan berkualitas. Selain itu sistem pendidikan akan diarahkan untuk fokus ke akhlakul karimah.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu juga berjanji menyediakan pendidikan murah. Namun kesejahteraan guru, khususnya honorer, akan jadi fokus Prabowo-Sandi.

(gun/jpc)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.