Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sulteng Merugi Rp8,3 T Akibat Bencana

0 54

 

///

EKSPRES, PALU– Kerugian yang dialami Sulawesi Tengah akibat bencana menembus angka cukup fantastis. Yakni sebesar Rp8,3triliun lebih. Antara lain untuk Kota Palu sebesar Rp.8,3 Triliun, Kabupaten Sigi Rp6,9 triliun, Donggala Rp2,7Triliun dan Parigi moutong Rp.640 milyar.

Nilai kerugian ini dikemukakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Hidayat Lamakarate dalam rapat koordinasi perekonomian dan pembangunan Sulteng, Kamis 14 Maret 2019 di Hotel Estrella Kabupaten Banggai.

Karena itu, saat ini kata Hidayat, Sulteng kini telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Agar nantinya pembangunan dilakukan sebagaimana visi misi yakni  Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing.

“Rehabilitasi bertujuan untuk mengembalikan dan memulihkan fungsi bangunan dan infrastruktur,”katanya.

Hidayat menyatakan, rapat koordinasi merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk mensinkronisasikan dan mengharmonisasikan berbagai kebijakan dan program dengan pemerintah kabuoaten kota dalam bidang perekonomian.

Pemprov Sulteng menurutnya memiliki kebijakan strategis rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2016-2021.
Dengan visi mewujudkan Sulteng maju mandiri dan berdaya saing termasuk didalamnya langkah langkah strategis sekaligus sebagai titik fokus dalam mengembangkan pembangunan ekonomi.

“Semoga  rapat koordinasi dapat berjalan dengan baik dan diharapkan pula melahirkan regulasi penting untuk dijadikan dasar kebijakan pemerintah baik ditingkat prov maupun kabupaten kota,”jelas Hidayat.

Rakor sendiri mengangkat tema menjaga stabilitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Sulteng. Rakor digelar Biro Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sulteng  kerjasama pemerintah Kabupaten Banggai.

Rakor dimulai 13 Maret 2019 sampai 15 Maret 2019. Turut hadir dalam pembukaan Wakil Bupati  Banggai Mustar Labolo.
Kepala Biro Adm.Perekonomian dan Pembangunan Richard Arnaldo Djanggola.

Adapun narasumbernya Asisten Adm.Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov.Sulteng Dr.Ir.Bunga Elim Somba,M.Sc, kementerian perdagangan RI, BI Perwakilan Sulteng, kepala OJK sulteng, Bappeda Prov.Sulteng diwakili kepala bidang ekonomi syaiful hasibuan.

Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng Richard Arnaldo Djanggola  menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi sebagai wadah silaturahmi dan berbagi informasi perekonomian antara pusat dan daerah.

Selain juga sebagai sinkronisasi program dan kegiatan sektor perekonomian antara pusat dan daerah.
Penyusunan Roadmap pengendalian inflasi daerah serta membahas isu – isu strategis perekonomian dan pembangunan.
Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo menjelaskan, hasil sensus penduduk tahun 2017, jumlah penduduk Banggai mencapai 365.616 jiwa.
Dengan komposisi masyarakat yang plural disertai semangat gotong royong dan kerukunan hidup umat beragama yang berjalan harmonis dan terkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan sehingga semua elemen masyarakat berjalan selaras,serasi dan seimbang.

Sehingga menciptakan suasana yang kondusif dan mendorong kemajuan berbagai sektor pembangunan di Banggai dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 sebesar 8,42 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen.

Menurutnya, cadangan gas alam yang telah dieksploitasi beserta industri turunannya, masih menjadi penopang tingginya investasi di Banggai.
Namun demikian, potensi potensi lain terutama pertanian dan perkebunan, perikanan dan kelautan serta pariwisata akan terus digenjot untuk tumbuhnya perekonomian daerah.

Dari sektor UKM, Banggai jelas Mustar telah mengembangkan usaha tenunan nambo (batik nambo) dengan meningkatkan produksi serta melakukan promosi hingga keluar negeri. Kini, tenunan nambo dengan ke khasan ragam coraknya, telah mampu merambah dan dikenal hingga ke manca negara, sehingga atas berbagai prestasi tersebut, Kabupaten Banggai mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak baik nasional maupun internasional.

(humas/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.