Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Beda Pilihan Politik Jangan Membuat Masyarakat Pecah

0 92

PALU EKSPRES, BUOL – Perbedaan pilihan politik dalam pemilu adalah sesuatu yang wajar. Perbedaan tidak bisa dimaknai sebagai perbedaan yang kemudian membuat sesama warga bangsa saling menjatuhkan. Karena itu, kenapa pemilu disebut pesta demokrasi. Artinya pesta seluruh rakyat. ”Tapi beruntung rakyat Buol sudah mampu mengelola perbedaan politik secara dewasa, sehingga tidak menyebabkan perpecahan. Warganya akur semua, walau ada yang berbeda pilihan politik,” ujar Anggota MPR RI Muhidin M Said, saat melakukan sosialisasi 4 pilar berbangsa, di Desa Tiloan- Kabupaten Buol.

Muhidin mengaku, merasa perlu untuk menyampaikan imbauan itu, mengingat perbedaan pilihan politik jika tidak dikelola secara bijak, akan membuat perpecahan di antara masyarakat. ”Jangan karena beda pilihan caleg atau capres, Anda semua jadi tidak saling tegur sapa. Kita bawa politik dalam suasana kegembiraan. Itulah kenapa namanya pesta demokrasi,” tandas Muhidin lagi.

Lebih jauh ia mengatakan, dalam tahun politik sepeti saat ini, hubungan kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya. Karena itu, ia meminta generasi muda untuk belajar sejarah, bagaimana pendiri bangsa mengelola perbedaan pandangan politik mereka. Di awal kemerdekaan katanya, sejumlah tokoh bangsa mempunyai pandangan politik yang berbeda soal arah bangsa ini. Ada yang ingin agar negara berdasar agama. Di sisi lain ada yang menghendaki Indonesia tetap negara kesatuan. ”Tapi perbedaan yang tajam itu tidak tidak lantas membuat para tokoh bangsa itu saling memusuhi. Mereka tetap akrab. Mereka menempatkan hubungan kemanusiaan di atas segalanya,” tambah Muhidin.

Pada kesempatan itu, Muhidin juga mengingatkan, soal puncak pesta demokrasi tinggal dalam hitungan hari. Momentum 17 April kata dia, adalah momen penting untuk menentukan perjalanan bangsa lima tahun kedepan. Karena itu, semua masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai hak memilih, harus menggunakan hak pilihnya. Sebagai warga negara yang baik, maka pergunakanlah hak pilih anda sesuai hati nurani masing-masing. Pemilu katanya adalah bagi warga untuk menitipkan harapan soal arah bangsa kedepan. ”Karena itulah kenapa pemilu menjadi begitu penting,” pesannya.

Sosialisasi 4 pilar yang berlangsung di Kabupaten Buol, ini diikuti sekira 150 orang. Masyarakat tampak antusias karena sosialisasi kali ini membahas tema aktual tentang pemilu. Hal ini terlihat dari pertanyaan yang diajukan peserta, yang berkisar tentang pilpres dan pemilu legislatif yang berlangsung serentak.

(kia/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.