Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Warga Transmigran Oloboju Protes, Dicoret dari Daftar Penerima Dana Stimulan

0 69

PALU EKSPRES, SIGI – Korban gempa bumi dan likuefaksi yang kini bermukim di kawasan transmigrasi di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi tidak terima nama mereka dikeluarkan dari daftar nama penerima dana stimulan.

“Kita dikasih tahu dari pihak kecamatan, kalau yang sudah dapat rumah di kawasan transmigrasi tidak bisa lagi dapat dana stimulan. Oleh karena itu, kami tidak terima dengan keputusan itu, mengingat rumah kita juga hancur tengelam karena likuifaksi,” kata Sahrul salah seorang warga yang tinggal di kawasan transmigrasi kepada Palu Ekspres, Selasa 12 maret 2019.

Sahrul mengakui, ia beserta warga lainnya yang tinggal di kawasan transmigrasi tidak mengetahui sama sekali kalau sudah dapat rumah di kawasan transmigrasi, tidak dapat lagi dana stimulan.

”Nanti ini baru dikasih tahu, itupun nanti kita tanya di kantor camat,” kesalnya. Seharusnya kata Sahrul, dari pihak pemerintah bisa memberitahukan sejak awal soal ini, supaya tidak jadi persoalan seperti sekarang.

“Mulai dari seleksi sampai sudah menempati rumah di kawasan transmigrasi, tidak ada pihak pemerintah maupun dinas terkait, yang memberitahu kami kalau warga korban bencana yang sudah dapat rumah di transmigrasi tidak dapat dana stimulan,” jelasnya.

Olehnya, Sahrul beserta warga lainnya di kawasan transmigrasi beranggapan mereka dijebak karena tidak dikasih tahu dari awal soal tersebut.
“Kalau dikasih tahu dari awal kan enak, kita so tahu. Jadi tidak mungkin kita menuntut. Tapi ini sama sekali kita tidak dikasih tahu, jadi sama saja kita dijebak,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Sahrul, mewakili warga yang ada di kawasan transmigrasi bahwa kalau tahu sejak awal kalau sudah dapat rumah di kawasan transmigrasi tidak dapat lagi dana stimulan, tentu dirinya beserta warga lainnya yang tinggal di kawasan transmigrasi tidak mau menempati kawasan transmigrasi.

“Tapi ini kita so tinggal, baru ada kabar te dapa dana stimulan. Jadi mau tidak mau pasti kita para warga mo bapikir ulang mo keluar di sini. Apa jangan nanti kita keluar dari rumah transmigrasi, kita juga so tidak dapa dana stimulan, apa so tidak ada datanya kita sebagai penerima dana stimulan,” keluhnya.

Walaupun kecil kemungkinan kata Sahrul lagi, dia beserta warga lainnya di kawasan transmigrasi berharap atau meminta Pemerintah Kabupaten Sigi bisa mendapatkan dana stimulan yang menjadi hak mereka.
“Yah bagaimanapun caranyalah pemerintah, kita minta dikasih juga dana stimulan, apa inikan salahnya pemerintah tidak memberitahukan kita dari awal kalau so dapa rumah di kawasan transmigrasi, tidak dapat dana stimulan,” pintanya.

(mg4/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.