Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

UAMBN di Sulteng Akan Diikuti 17.175 Siswa Madrasah

0 25

PALU EKSPRES, PALU – Pelaksanaan ujian akhir bagi para siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) dan kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun ini, akan memasuki tahapan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN).

Data dari Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng menyebutkan, sebanyak total 17.175 siswa Madrasah baik negeri maupun swasta di Sulteng akan mengikuti UAMBN 2019. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 5.503 siswa pada jenjang MA dan 11.672 siswa pada jenjang MTs.

UAMBN jenjang MA diagendakan dilaksanakan pada 13-15 Maret 2019. Sedangkan untuk jenjang MTs diagendakan pada 20-22 Maret 2019. Terkait UAMBN di Sulteng tahun ini, Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. Jamil M. Nur mengatakan bahwa secara umum sudah siap dilaksanakan oleh tiap Madrasah.

“Untuk jenjang MA, Alhamdulillah baik berbasis kumputer maupun yang kertas dan pensil pelaksanaannya sudah siap,” kata Jamil, saat dihubungi, Senin 11 Maret 2019.
Disebutkannya, pada pelaksanaan UAMBN tahun ini belum semua Madrasah di Sulteng melaksanakannya dengan berbasis komputer. Ia mengungkapkan masih ada beberapa Madrasah di beberapa daerah yang masih melaksanakan berbasis kertas dan pensil, karena terkendala sarana CBT.

“Namun untuk pelaksanaan Ujian Nasional nantinya semuanya berbasis komputer (UNBK-red),” imbuh Jamil.

Terkait pelaksanaan UAMBN berbasis kertas dan pensil pada jenjang MA, Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sulteng telah menyerahkan naskah-naskah soal UAMBN, pada masing-masing Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kemenag di Kabupaten dan Kota, pada Senin 11 Maret 2019.

“Untuk berbasis kertas dan pensil sudah kita serahkan naskahnya di Kanwil Kemenag, sudah kita distribusikan ke Kabupaten dan Kota,” ujarnya.

Jumlah siswa MA yang akan mengikuti UAMBN di Sulteng, paling banyak berasal dari Kabupaten Parigi Moutong (980 siswa), diikuti Kota Palu (912), Kabupaten Banggai (737), Tolitoli (709), Sigi (493), Donggala (476), Buol (296), Tojo Unauna (240), Morowali (218), Poso (181), Banggai Laut (143), Banggai Kepulauan (84), dan Morowali Utara (34).

Sedangkan untuk jenjang MTs jumlah terbanyak juga berasal dari Kabupaten Parigi Moutong (2.154 siswa), kemudian Kota Palu (1.490), Kabupaten Tolitoli (1.395), Banggai (1.380), Sigi (1.117), Donggala (977), Buol (727), Poso (543), Morowali (491), Tojo Unauna (484), Banggai Laut (348), Banggai Kepulauan (348), dan Morowali Utara (218).

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.