Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pelantikan Rektor Baru Untad Secepatnya

0 200

PALU EKSPRES, PALU – Universitas Tadulako (Untad) di Palu segera memiliki pucuk pimpinan baru. Hal ini setelah Prof. Dr. H. Mahfudz terpilih menjadi nahkoda baru perguruan tinggi negeri terbesar di Sulteng tersebut selama empat tahun ke depan, melalui Rapat Senat Untad Pemilihan Rektor periode 2019-2023, yang digelar di lantai dua Media Center Untad, Senin 4 Maret 2019.

Prof. Mahfudz ditetapkan menjadi Rektor Untad terpilih, setelah berhasil meraih 79 suara pada pemilihan tersebut. Ia unggul telak dari dua calon lainnya, yakni Prof. Dr. H. Djayani Nurdin yang meraih 14 suara, serta Dr. Muh. Nur Ali yang meraih 1 suara.

Dalam proses pemilihan oleh seluruh anggota Senat dan perwakilan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tersebut, diperebutkan 94 suara yang berasal dari 65 persen suara Senat, dan 35 persen suara Menristekdikti yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Ditjen Kelembagaan Kemenristekdikti, Dr. Agus Indarjo.

Ketua Senat Untad, Prof. Hasan Basri, Ph.D. menjelaskan, proses pemilihan tersebut merupakan tahapan ketiga dari seluruh tahapan panjang Pemilihan Rektor, yang dimulai dari penjaringan mencari minimal empat orang bakal calon, kemudian penyaringan dari empat bakal calon menjadi tiga orang calon tetap, dan berakhir pada pemilihan dari tiga calon tetap menjadi satu orang Rektor terpilih.

“Jadi itu sudah sah karena semua anggota Senat telah memilih, wakil Menteri juga sudah, kita tinggal menunggu tahap terakhir yakni pelantikan,” ujar Prof. Hasan, saat ditemui wartawan usai pemilihan.

Terkait kapan waktu pelantikan Rektor terpilih, Prof. Hasan mengaku belum mendapatkan waktu pasti terkait hal itu. Ia memperkirakan pelantikan akan dilakukan dalam waktu dekat, mengingat masa jabatan Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio sebagai Rektor Untad saat ini berakhir pada 5 Maret 2019, atau sehari setelah pemilihan dilaksanakan.
“Saya kira sesegera mungkin, karena masa jabatan Rektor berakhir tanggal 5 dan tidak boleh ada kekosongan jabatan Rektor, berarti pekan ini juga mestinya ada pelantikan.

Kalaupun tidak, maka ada perpanjangan masa jabatan Rektor dua atau tiga hari, tapi itu kita tidak tahu, kita menunggu sore ini (kemarin-red) atau besok (hari ini-red) mungkin baru ada kepastian,” pungkas Prof. Hasan.

Sementara itu, Rektor Untad terpilih, Prof. Dr. H. Mahfudz kepada wartawan menyebutkan dirinya akan melanjutkan proses perbaikan infrastruktur Untad, utamanya yang sebelumnya terdampak pada bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu. Hal ini ditegaskannya menjadi salah satu fokus kerjanya dalam waktu dekat.
“Secara perlahan-lahan infrastruktur ini kita akan benahi, baik dari alokasi dana APBN juga dari bantuan-bantuan dari pihak luar, itu yang menjadi harapan kita,” kata Prof. Mahfudz, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Untad bidang Umum dan Keuangan.

Ia menargetkan perbaikan infrastruktur tersebut yang telah berjalan dapat memberikan hasil positif pada tahun ini. “Insyaallah di tahun ini Untad akan berubah wajah, paling tidak wajahnya akan kembali seperti sebelum terjadinya gempa bumi,” tandasnya.

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.