Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Suku Terasing di Parimo Pelatihan Bela Negara

0 77

PALU EKSPRES, PARIGI- Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu melakukan terobosan baru dengan melakukan pelatihan Bela Negara.

Samsurizal mengatakan, bela negara dimaksudkan bukan bela negara secara Nasional yang biasanya dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol). Tetapi bela negara yang dimaksudkan adalah, Bela (suku terasing) di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong, mengabdi pada negara.

Menurut dia, persyaratan yang akan dipenuhi dalam pelatihan tersebut adalah suku terasing telah berusia 24 tahun dan berijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun sederajat.

Para kader bela negara lanjut dia, dipersiapkan untuk menjadi tenaga
berkualitas dan mengabdi pada negara serta menjadi tenaga profesional di semua lini.

Menurut Bupati Samsurizal, bela atau suku terasing akan dilatih dan dipersiapkan untuk menjabat di desa-desa terpencil, serta mengabdi pada kantor pemerintahan yang ada.

“Mereka ini kita siapkan untuk mengabdi di kantor desa atau di OPD-OPD, karena selama ini yang menjabat di desa terpencil semuanya orang yang berasal dari dalam kota. Sehingga kadang mereka tidak melaksanakan tugas karena persoalan jarak tempuh sangat jauh di pegunungan,” kata Samsurizal di Tinombo, Selasa 26 Februari 2019.

Ia menjelaskan, pelatihan suku terasing ini melibatkan dua kecamatan yaitu, kecamatan Tinombo dan Palasa. Untuk Kecamatan Tinombo lanjut dia, sebanyak lima Desa dilibatkan. Sedangkan Kecamatan Palasa, dua desa dilibatkan. Sehingga, jumlah keseluruhan peserta mengikuti pelatihan bela negara tersebut sebanyak 40 orang.

“Kita harapkan satu tahun atau dua tahun ke depan, mereka ini ada yang mengabdi di desa masing-masing. Misalnya, ada menjadi Kaur, Sekdes, bahkan menjadi Kades,” harapnya.

Sehingga, mereka suku terasing ini diharapkan bukan hanya bertani, atau berkebun saja, tetapi mereka dididik sama seperti honorer pada umumnya. Kemudian pemerintah akan memberikan standar gaji upah minimum regional (UMR) senilai Rp 600 ribu per bulannya.

Hal itu bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan bisa sejajar dengan masyarakat lain yang telah maju.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi komunitas adat terpencil (KAT).

Diketahui, kegiatan tersebut akan dibuka secara resmi oleh Bupati Parimo, hari ini Rabu 27 Februari 2019 bertempat di gedung serbaguna Tinombo.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.