Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

GenRexplore Jadi Sarana Edukasi Remaja

0 54

PALU EKSPRES, PALU – Ajang kreativitas seni budaya lokal berbasis generasi berencana (GenRe) tingkat Sulteng kembali digelar tahun 2019. Kegiatan bertajuk audisi GenRexplore merupakan ajang pencarian bakat dalam mengasah kreativitas prestasi  remaja ke arah positif dan profesional.

Kegiatan rutin BKKBN Sulteng yang digelar Sabtu 23 Februari 2019 di Tanaris Cafe itu bertujuan untuk mewujudkan remaja yang tumbuh sehat cerdas, ceria dan mampu merencanakan masa depannya sebelum memutuskan untuk menikah.

“Kegiatan itu wujud dukungan BKKBN terhadap remaja dan tentu saja forum genre turut berkontribusi melalui berbagai kegiatan remaja,”kata Pelaksana tugas BKKBN Sulteng, Tenny C Soriton saat membuka kegiatan tersebut.

Kehidupan remaja kata Tenny, merupakan kehidupan yang sangat menentukan masa depan mereka selanjutnya. Masa remaja adalah masa transisi kehidupan yang terbagi dalam lima hal (youth give life transition)

Antara lain masa untuk melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat serta  mempraktekkan hidup sehat.

“Kami berharap adik adik dapat melewati masa transisi kehidupan dengan baik,”sebutnya.

Program genre merupakan  bagian  dari program dalam pusat informasi dan konseling remaja (PIKR). Program ini untuk wilayah  Sulteng semakin meningkat dan sesuai target proyek prioritas nasional (PRO PN) 2019.

“Di Sulteng PIKR sudah berjumlah sebanyak 239 kelompok baik di jalur pendidikan dan masyarakat”jelasnya.

Jalur pendidikan tersebar di SLTP hingga perguruan tinggi. Sedangkan jalur masyarakat terdapat di organisasi keagamaan, kepemudaan dan komunitas pemuda.

Karenanya melalui kegiatan GenRexplore PIK remaja bisa semakin berkembang baik kuantitas dan kualitasnya. Keberadaan PIKR lanjut Tenny diharap menjadi wadah untuk menggelorakan program genre.  Dengan fokus utama mengajak remaja untuk menunda usia perkawinan atau mencegah pernikahan anak.

Sebab dalam pandangan BKKBN, usia ideal bagi remaja perempuan untuk menikah adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

“Karena dalam usia itu remaja dinilai sudah siap secara fisik, mental ekonomi dan sosial untuk berumah tangga,”jelasnya.

Pembinaan remaja jelasnya lagi, tidak hanya dilakukan BKKBN tetapi didukung oleh dinas, lembaga, LSM dan pemerhati remaja lainnya.

Dalam hal ini pmerintah mengajak remaja maupun masyarakat secara umum untuk menyatakan perang terhadap tiga isu besar.  Yaitu  hindari pernikahan anak, seks pranikah dan narkotika, psichotropika dan zat adiktif lainnya.

Tiga isu utama atau yang dikenal dengan Triad KRR inilah yang kini sedang melanda remaja Indonesia

“Karena itu kegiatan tersebut diharapkan memotivasi positif bagi remaja untuk menyalurkan minat dan bakat agar terhindar dari Triad KRR tersebut,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.