Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Program KB Diintegrasikan dalam Pencanangan Germas Palu

0 127

 

 

PALU EKSPRES, PALU– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palu menggalakkan sosialisasi program Tribina keluarga berencana di tingkat kecamatan.

Sosialisasi tersebut salahsatunya dilaksanakan setiap kali kegiatan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) terintegrasi yang digelar Dinas Kesehatan Palu. Tahun ini pencanangan Germas digelar setiap Jumat.

Tribina merupakan program yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga dalam membina tumbuh kembang, baik secara fisik, motorik, kecerdasan emosional, dan sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya kepada balita dan anak remaja.

Selain itu, Tribina juga berguna meningkatkan kesejahteraan lanjut usia (Lansia) melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan masa usia lanjut yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.

Susi Hardiati, penyuluh KB Kecamatan Palu Selatan, dalam pencanangan Germas, Jumat pekan lalu menjelaskan, Tribina KB antara lain adalah bina keluarga balita (BKN), bina keluarga remaja (BKR) dan bina keluarga lansia (BKL).

Kelembagaan untuk ketiga program Tribina tersebut menurut dia telah terbentuk ditingkat Kecamatan Palu Selatan. Dalam memahami program Tribina dan untuk meningkatkan kualitas keluarga sebagai orang tua, harus memahami dan menerapkan 8 fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Antara lain, fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan,ekonomi, serta fungsi lingkungan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari semua usia

BKB kata dia bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang upaya pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar dan jarak kelahiran. Sementara BKR bertujuan untuk kampanye tentang  usia ideal perkawinan bagi remaja. Sedangkan BKL untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

“Untuk kecamatan Palu Selatan, semuanya telah terbentuk. Dengan begitu kita harapkan program terkait KB bisa lebih optimal di Kota Palu,”demikian Susi Hardiati.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.