Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

PUPR Hentikan Pembangunan Huntara Tahap Dua

0 739

PALU EKSPRES, PALU – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulteng, Arie Setiadi Moerwanto menegaskan pembangunan hunian sementara (Huntara) di wilayah Palu, Sigi dan Donggala dicukupkan dalam jumlah 669 unit.

Sesuai rencana awal PUPR, jumlah Huntara yang akan dibangun sebanyak 1200 unit. Pembangunannya dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama sebanyak 700 unit dan tahap kedua sebanyak 500 unit.

Menurut Arie, keputusan untuk mencukupkan Huntara dalam jumlah 699 unit merupakan arahan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

“Sekarang sudah terbangun 699 unit. Ini sudah cukup tak perlu ditambah lagi sesuai koordinasi dengan Wapres,”kata Arie, kepada wartawan, Selasa 12 Februari 2019 di kantornya.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya fokus untuk menyelesaikan secara komplit Huntara tersebut. Sekaligus diupayakan secepat bisa terisih.

“Penyelesaian dan pengisian yang kini perlu dipercepat,”jelasnya.

Sejauh ini, dari total 699 unit Huntara, sekitar 441 diantaranya sudah dalam kondisi siap huni. Karena itu, pihaknya berharap, relokasi pengungsi dari shelter menuju Huntara itu harus dipercepat.

“Ini harus cepat diisi,”katanya.

Arie mengakui pembangunan Huntara memang tidak sepenuhnya berjalan sempurna. Sejauh ini masih banyak Huntara yang belum mendapat pasokan listrik.
Sebagaimana rencana PUPR, satu unit Huntara harusnya memiliki satu meteran.

” Itu memang janji kami. Tapi saat ini kami terus berkoordinasi PLN untuk pemenuhan itu,” paparnya.

Sementara untuk hunian tetap (Huntap), sejauh ini lanjut dia, akan ada pembangunan di Kelurahan Tondo Palu. Sesuai rencana jumlah Huntap yang akan dibangun sebanyak tiga ribu unit. Yang akan dibangun secara bertahap. Huntap itu menurutnya bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Jumlahnya tiga ribu, tapi tahap awal rencananya dibangun sebanyak dua ribu unit,” demikian Arie.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.