Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Penertiban PKL di Pasar Inpres Manonda Mulai Digenjot

0 137

 

PALU EKSPRES, PALU- Pemerintah Kota (Pemkot) Palu kini mulai menggenjot kembali penertiban pedagang kreatif lapangan (PKL) yang menempati ruas jalan untuk berjualan di pasar inpres Manonda Palu. Kegiatan ini sempat terhenti paska bencana alam 28 September 2018.

Selain penertiban, Pemkot juga kembali mengaktifkan pengawasan lapangan dengan menurunkan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol-PP Palu Nathan Pagasongan, menjelaskan, penertiban sekaligus penjagaan kembali kegiatan PKL dilakukan agar penataan pasar inpres   kembali seperti sedia kala.  Sebelum bencana, seluruh pedagang telah tertib tidak menempati ruas jalan seputar pasar.

“Setelah bencana pedagang mulai kembali menempati ruas jalan. Tapi ini kita maklumi karena kondisi dalam pasar yang rusak tidak memungkinkan untuk berjualan di dalam,”jelas Nathan, Kamis 14 Februari 2019.

Setelah bencana, Pemkot sebut Nathan memberi kelonggaran pada pedagang untuk berjualan di ruas jalan. Namun saat itu pihaknya telah menginformasikan bahwa kelonggaran itu hanya sementara sambil menunggu proses perbaikan lapak di dalam pasar.

“Bertepatan juga karena itu masih dalam masa tanggap darurat. Saat itu kami informasikan kebijakan itu berakhir jika telah melewati masa tanggap dan transisi darurat tahap pertama,”jelasnya.

Saat ini menurutnya, kerusakan bangunan di dalam pasar telah direhabilitasi. Karena itu para pedagang diarahkan untuk lembali menempati lapak lapak yang sudah disediakan dalam pasar.

“Kita mulai aktifkan penjagaan itu sejak masa transisi darurat pertama selesai,”ujarnya.

Pihaknya lanjut Nathan, menurunkan sedikitnya 40 tim reaksi cepat (TRC) untuk memaksimalkan pengawasan tersebut. Mereka secara bergantian melakukan penjagaan agar pedagang kembali tertib berjualan.

“Penjagaan dilakukan satu kali 24jam secara bergantian. Ini untuk mengantisipasi kegiatan pedagang pada subuh dini hari yang biasanya tidak langsung ke dalam pasar untuk menggelar dagangan,”sebutnya.

Selain itu, pihaknya pun menempatkan puluhan anggota untuk berjaga bersama sama jajaran TNI di posko induk dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) sebagai sektor pengelolaan pasar.

Nathan mengaku, sejauh ini upaya penertiban dan pengawasan pedagang berjalan lancar. Tanpa ada hambatan berarti. Umumnya kata dia pedagang juga telah faham terhadap upaya penataan yang dilakukan Pemkot Palu.

“Ada sih perlawanan dari satu atau dua orang pedagang. Tapi kita tetap persuasif dalam memberi pemahaman sehingga tak ada hambatan berarti,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: