Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Siswa SD Dusun III Jono Harus Melintasi Sungai ke Sekolah

Jembatan Rusak

0 104

PALU EKSPRES, PARIGI– Jembatan Penghubung antara Dusun III Jono Baliara dengan Desa Baliara Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) rusak parah.

Kondisi tersebut membuat warga di dusun III Jono Baliara harus rela menyeberangi sungai setiap harinya.

Ramadan salah seorang warga dusun setempat mengaku sangat kesulitan ketika mengantarkan anaknya ke sekolah. Puluhan siswa SD kata dia, terpaksa harus menyeberang sungai untuk ke sekolah.

Menurut dia, kondisi itu sudah berlangsung kurang lebih lima bulan. Setiap pergi dan pulang dari sekolah, siswa SD di dusun ini harus menyeberangi sungai.

“Yang kita khawatirkan ketika mendung dan hujan turun biasa terjadi banjir, sehingga itu nantinya yang menjadi kendala siswa untuk berangkat ke sekolah,” kata Ramadan kepada Palu Ekspres di Parigi, Senin 11 Februari 2019.

Meskipun sudah berpakaian seragam dari rumahnya lanjut Ramadan, siswa-siswa tersebut harus rela menanggalkan sepatunya  saat melintasi sungai.

“Kasihan anak-anak itu. Setiap hari mereka harus menyeberang sungai, kadang siswa SD yang kelas satu harus digendong oleh orangtuanya untuk menyeberang sungai,” ujarnya.

Selain itu, aa juga mengakui kondisi rusaknya jembatan tersebut, warga setempat sangat kesulitan ketika harus berurusan ke kantor desa maupun ke puskesmas.

“Kami di dusun ini kalau berurusan di kantor desa ataupun di puskesmas terpaksa harus jauh berputar, baru sampai ke tempat tujuan,” ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah, khususnya dinas terkait segera menindaklanjuti pembangunan jembatan tersebut.

Sekaitan hal itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRP Parimo, Hendra Bangsawan yang dikonfirmasi media ini mengatakan, untuk pembangunan jembatan yang dimaksud, anggarannya sudah masuk ke pihaknya kurang lebih Rp1 miliar.

Menurut dia, sebelumnya lantai jembatan tersebut hanya menggunakan kayu papan sehingga mudah rusak dan bisa saja membahayakan keselamatan warga yang melintas.

“Jadi ini nanti lantainya kita aspal, tidak seperti kemarin kan, kayu lantainya,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk pembangunan jembatan tersebut, tahun ini sudah mulai dikerjakan. Perencanaannya sudah selesai, tinggal menunggu dari unit layanan pengadaan (ULP).

“Jadi kita tunggu dulu kesiapan tendernya, ULPnya kan belum ada sekarang lagi kosong dan kita harus tunggu itu dulu baru mulai pekerjaannya,”ungkapnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.