Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Legislator Sulteng Desak Mendagri Segerakan Pal Batas Sulteng- Sulbar

0 273

PALU EKSPRES, PALU– Anggota DPRD Sulteng, Muhammad Masykur mendesak Menteri Dalam Negeri agar segera membangun pal batas Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar) di wilayah perbatasan Kabupaten Donggala, Sulteng, dan Kabupaten Pasang Kayu, Sulbar, berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor 60/2018 tentang Batas Daerah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah dan Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Desakan itu disampaikan Masykur melalui keterangan tertulis, Ahad (10/2/2019) menyahuti permintaan warga dalam pertemuan Reses di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala, Selasa (6/2/2019).
Warga Desa Bonemarawa menyampaikan, sejak Mendagri menerbitkan SK No. 60/2018 tentang Batas Kabupaten Donggala dan Pasangkayu, sampai saat ini sama sekali belum ditindaklanjuti.

Menurut Masykur, mestinya tindaklanjut atas status pal batas tersebut sudah dilakukan karena rujukannya sudah jelas, SK Mendagri No. 60/2018.

Di hadapan warga, Masykur menyampaikan bahwa persoalan batas wilayah sudah selesai sejak Mendagri keluarkan surat keputusan. “Saya yakin SK tersebut tidak lahir seketika tapi melalui proses panjang dan sudah tentu melibatkan para pihak terkait, termasuk verifikasi lapangan, dukungan dokumen dan prosedur administrasi sebagai prasyarat yang melatari lahirnya SK No. 60/2018,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah segera ada upaya lanjutan dilakukan oleh pemerintah atas status batas wilayah. Sehingga warga memperoleh kepastian hukum atas kawasan hunian mereka.

Kata Masykur, fakta lapangan menunjukkan warga di Dusun III dan V Desa Bonemarawa, hingga saat ini hidup dalam ketidaknyamanan. Pasalnya, sudah jelas-jelas areal usaha warga memiliki sertifikat tetapi tetap saja mereka tidak aman mengolah tanah karena kerap diintimidasi.

“Saya kira ini mesti dijadikan perhatian serius oleh semua pihak, khususnya pemerintah pusat bersama daerah. Sebab, ada ratusan Kepala Keluarga berhak atas rasa aman dan nyaman untuk melangsungkan kelangsungan hidup dari hasil bercocok tanam dalam wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Masykur.
Dan kepada Mendagri, Masykur mendesak segera membentuk tim kerja percepatan pembangunan pal batas sebagai solusi kepastian atas status wilayah.

(fit/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.