Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Permukiman Warga Dusun III Tokasa Parimo Terancam Longsor

0 52

PALU EKSPRES, PARIGI– Pemukiman warga di wilayah Dusun III Tokasa Desa Tanalanto Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terancam longsor.

Hal itu diduga akibat adanya aktivitas pengambilan material batu dan pasir yang dilakukan sejak 2014 oleh perusahaan yang bergerak di bidang pengaspalan.

Pantauan Palu Ekspres, sungai di desa tersebut kini semakin melebar. Kondisi tersebut mengancam rumah dan perkebunan milik warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

Menurut salah seorang tokoh pemuda setempat Hamdan, pengambilan material di sungai tersebut sudah berlangsung lama. Lebar sungai sebelumnya hanya sekitar beberapa meter, berbeda dengan saat ini.

Dia mengatakan, pengambilan material di sungai itu gencar dilakukan pada 2017 silam.
“Setiap ada banjir pasti terkikis,” kata Hamdan.

Sebelumnya kata Hamdan, ia bersikukuh menentang beroperasinya aktivitas penambangan pasir di sungai itu karena khawatir dampak yang ditimbulkan dapat merugikan warga setempat. “Sekarang sudah dirasakan dan masyarakat baru sadar,” ungkapnya.
Apabila aktivitas pengambilan material yang tidak terkontrol tersebut terus berlangsung lanjut Hamdan, maka dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga setempat.

Walau saat ini aktivitas penambangan pasir berhenti sementara. Namun, jika ada pelaksanaan proyek, aktivitas pengambilan material akan kembali berlangsung dan dampaknya sudah dipastikan akan lebih berbahaya lagi.

Masyarakat sebenarnya sudah pernah menyampaikan keluhannya atas beroperasinya aktivitas penambangan itu kepada kepala desa namun tidak direspon.
Dengan kondisi yang ada saat ini, ia berharap segera mendapat perhatian baik dari Pemerintah Desa setempat maupun Pemerintah Kabupaten Parimo.

“Saya berharap kalau aktivitas tersebut dihentikan, segera dibuatkan tanggul untuk mencegah terjadinya abrasi,” tegasnya.

Sekaitan hal itu, Agustang, warga setempat menjelaskan jika sebelumnya, sungai tersebut masih bisa diseberangi warga dengan menggunakan sepeda motor. Tetapi sekarang sudah sulit dilalui akibat tepi sungai kian melebar.

Bahkan, kata dia, salah satu jalur kantong produksi di desa tersebut nyaris terputus akibat pengikisan di sepanjang aliran sungai.

Agustang menjelaskan, selain pihak perusahaan yang mengambil material di sungai itu, ada juga pihak lain yang melakukan pengambilan material. Tetapi yang lebih sering mengambil material adalah pihak perusahaan.

Sementara itu, Kepala Desa Tanalanto, Sahdin Lajiji, saat dikonfirmasi Kamis 7 Februari 2019, sedang tidak berada di kantor desa. Menurut informasi, Kades Tanalanto berada di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.