Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kafilah STQH Parimo akan Pertahankan Juara Umum

0 51

PALU EKSPRES, PARIGI– Bupati Parigi Moutong diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Parimo, Samin Latandu, membuka pelatihan kafilah seleksi tilawatil Quran dan hadits (STQH), berlangsung di salah satu hotel di Parigi, Senin 4 Januari 2019.

Seleksi kafilah ini dilaksanakan untuk persiapan mengikuti STQH tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali Utara pada tanggal 9 Maret 2019 mendatang.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Parigi Moutong, Sudirman Tjora dalam laporannya mengatakan, peserta yang mengikuti STQH sebanyak dua puluh enam orang dan Official 24 orang, sehingga total kafilah Parigi Moutong yang ikut STQH di Kabupaten Morowali Utara nantinya berjumlah 50 orang.

Menurut Sudirman, cabang lomba yang diikuti adalah, tilawah kanak-kanak dan dewasa, cabang Tahfidz golongan satu juz, lima juz, sepuluh juz, dua puluh juz dan tiga puluh juz. Selain itu, juga ada cabang tafsir golongan bahasa arab serta cabang tafsir hadits seratus hadits dan lima puluh hadits.

“Alhamdulillah kafilah Parigi Moutong siap mengikuti STQH di Kabupaten Morowali Utara dengan jumlah 26 orang peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong diwakili Kepala seksi Bimas Islam (Bimais) Kemenag Parimo, Subhan Lapu S.Ag memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat datang kepada pelatih dan kafilah yang sudah siap secara mental, untuk mengukiti lomba STQH tersebut.

“Melalui pelatihan ini akan menjadi modal usaha dalam melakukan perubahan menuju insan-insan Qurani yang berkualitas,” ujarnya.

Sekaitan hal itu, Samin Latandu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra mengatakan, melalui kegiatan tersebut, selaku Pemerintah Daerah, menitip pesan kepada seluruh kafilah STQH yang mengikuti pelatihan selama tiga hari yang dimulai dari tanggal 4 hingga 6 Februari 2019, untuk selalu menjaga kondisi kesehatan masing-masing agar tetap prima.

Ajang seleksi MTQ maupun STQ yang sudah dilalui baik di tingkat Kecamatan dan Kabupaten, merupakan usaha pemerintah untuk menjaring kafilah-kafilah yang terbaik.

“Saya minta predikat juara umum tetap kita pertahankan, paling tidak masuk tiga besar,” harapnya.

Sehingga, diharapkan kepada kafilah yang ikut seleksi, memperhatikan materi yang disampaikan oleh pemateri. Agar hasil yang diperoleh nantinya akan maksimal.

“Tolong diperhatikan materi yang disampaikan pelatih. Sehingga, STQH di Morowali Utara nantinya, peringkat kita lebih baik lagi,” ujarnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.