Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Terbanyak Kedua Calonkan Mantan Koruptor, Begini Respons Gerindra

0 83

PALU EKSPRES, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) telah merilis nama-nama calon anggota legislatif (caleg) yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Menduduki peringkat pertama adalah caleg dari Partai Golkar (sebanyak delapan orang), disusul Partai Gerindra (enam orang).

Menanggapi pengumuman dari KPU tersebut, politikus Partai Gerindra Miftah Nur Sabri mengatakan, publik memang perlu tahu daftar nama mantan koruptor. Namun, lebih dari itu, kata dia, publik juga harus diinformasikan partai mana yang kadernya paling banyak korupsi.

“Daftar partai yang calonkan narapidana kami umumkan kepada publik juga. Tapi, publik juga harus tahu, lima tahun ke belakang partai inilah yang paling banyak korupsi,” kata Miftah di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Miftah menambahkan, tak hanya legislator, beberapa waktu terakhir banyak juga kepala daerah dari partai yang terjerat perkara korupsi. Miftah juga menyebut, tak sedikit pula di antara mereka yang berasal dari partai koalisi pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Banyak kita lihat bupati korupsi, wali kota korupsi, gubernur korupsi itu akan kena kepada koalisinya Jokowi,” katanya.

Sebelumnya, KPU resmi mengumumkan nama calon anggota legislatif (caleg) yang berstatus mantan narapidana kasus korupsi. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, total ada 49 nama caleg eks narapidana kasus korupsi.

“Jadi, data ini penting untuk diinformasikan ke publik, ” ujar Arief dalam konfrensi pers di Kantor KPU, Rabu (30/1/2019).

Arief menambahkan ada 12 partai yang memiliki caleg yang pernah menjadi narapidana kasus korupsi. Sementara sisanya empat partai, yakni PKB, Nasdem, PPP, dan PSI tidak memiliki caleg eks koruptor.

Ke-49 nama tersebut terdiri dari 16 caleg DPRD Provinsi, 24 caleg DPRD kabupaten/kota, dan sembilan caleg DPD. Sementara untuk caleg DPR, tidak ada yang mantan narapidana kasus korupsi.

(int/jpc)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.