Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Walikota – Wawali Boyongan ke Swedia

164

FOTO DULU – Walikota Palu Hidayat (kanan) dan Wawali Sigit Purnomo (tengah) beserta koleganya dari Swedia berfoto bersama di Boras – Swedia. (DOK PRIBADI A.SUTIADI)

Irwan Waris: Tidak Elok Dari Sisi Etika Pemerintahan
PALU,PE – Sudah sepekan lamanya  sejak Selasa 14 Oktober Walikota dan Wakil Walikota Palu tidak berada di tempat. Keduanya berangkat ke Negara Skandinavia itu  untuk membicarakan sejumlah hal.Dalam rombongan, walikota dan wakil juga memboyong serta Asisten II Bidang Ekonomi, Ansar Sutiadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, M Sadly Lesnusa serta seorang pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Randy Lamadjido sebagai guide dalam perjalanan tersebut.

Terkait dengan kepergian kedua pucuk pimpinan Kota Palu ini, pengamat kebijakan pemerintahan, Irwan Waris berpendapat, meski tidak ada regulasi yang mengatur, namun dalam pandangan etika dan administrasi pemerintahan sebetulnya kedua pimpinan tidak perlu berangkat bersamaan.“Tidak elok rasanya jika kita pandang dari sisi etika dan administrasi jika kedua pimpinan harus meninggalkan urusan pemerintahaan secara bersamaan,” nilai Irwan Waris.

Pasalnya kata Irwan, dinamika urusan pemerintahan yang berjalan setiap harinya terkadang tidak bisa di take over kepada pejabat pada level bawah. Setiap hari menurutnya ada urusan pemerintahan yang bersifat strategis dan hanya bisa dilakukan oleh walikota.“Apalagi itu jika menyangkut urusan pemerintahan yang bersifat strategis dan pengambilan keputusan. Biasanya pejabat level bawah itu tidak berani mengambil keputusan yang menyebabkan mandegnya proses pemerintahan itu sendiri,” katanya.

Dalam pandangan etika pula, sebenarnya walikota harus selalu berada ditempat. Jikapun ada urusan pemerintahan yang bersifat urgen, sebaiknya diwakilkan saja kepada wakil. “Saya kira janganlah seperti itu. Apakah tidak sebaiknya secara bergtantian saja jika ada urusan keluar daerah seperti itu,” hemat Irwan Waris.

Terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Palu, Aspah menjelaskan, keberangkatan Walikota dan Wakil Walikota untuk menghadiri undangan resmi Pemerintah Kota Boras Swedia. Dalam agendanya, undangan itu untuk membahas sejumlah hal terkait rencana kerjasama dan pemberian bantuan untuk pengembangan kawasan hutan kota yang terletak di Kelurahan Talise.

“Kota Palu itu merupakan salahsatu kota yang masuk nominasi secara khusus untuk menjalin kerjasama dan penyaluran bantuan dalam program kota hijau,” kata Aspah dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, biaya keberangkatan Pemkot Palu sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Boras Swedia. Di sana kata Aspah, Walikota Palu akan mempresentasekan segala kesiapan Pemkot Palu untuk menindaklajuti kerjasama tersebut. “Jadi semuanya itu dibiayai oleh Pemerintah Boras. Mulai dari transportasi pulang pergi, akomodasi hotel dan kebutuhan lain-lainnya,” terangnya.

Sebenaranya ungkap Aspah, Pemkot Boras sedianya akan mengundang 12 pejabat terkait untuk menghadiri pertemuan itu. Namun karena kendala teknis, hanya lima di antaranya yang bisa ikut.

“Dalam agenda undangan, Pemkot Boras bahkan memfasilitasi pertemuan ke Berlin Jerman. Karena Jerman merupakan salahsatu negara yang masuk dalam program global tentang kota hijau. Rencananya rombongan akan tiba di Palu pada Rabu 26 Oktober,”demikian Aspah.(mdi)

Komentar ditutup