Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kisah “Ajaib” di Paripurna DPRD Sulteng

120

PIMPIN SIDANG – Ketua DPRD Sulteng, Prof Aminuddin Ponulele saat memimpin sidang di DPRD Sulteng.

PALU, PE – ADA kisah menarik yang terjadi di sidang Paripurna DPRD Sulteng dua pekan lalu, 10 Oktober 2016. Sampai-sampai Ketua DPRD Sulteng, Prof Aminuddin Ponulele tak habis pikir. Ini gara-gara ada anggota DPRD mempertanyakan sesuatu yang di luar sangkaannya mengenai hasil Panitia Khusus pembahasan APBD Perubahan 2016. Hasil pansus sudah selesai dibahas. Sedianya tinggal ketuk Palu pada saat paripurna. Namun, sejumlah anggota DPRD malah masih mempertanyakannya.

Adalah dua anggota DPRD asal Fraksi Nasdem yaitu Muhammad Masykur dan  Yahdi Basma. Mereka menyoal dua masalah berbeda dengan menggunakan hak bertanya sebagai anggota legislatif.  Bila Muhammad Masykur mempersoalkan dana hibah PT Vale yang masuk ke Pemprov Sulteng

Bagi Prof Aminuddin Ponulele yang  memiliki jam terbang tinggi sebagai ketua DPRD, pertanyaan ini menjadi sesuatu yang ajaib baginya. Bagaimana tidak. Pansus itu diketuai oleh anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, Nasution Cammang. Lalu pertanyaan  malah lahir dari anggota Nasdem sendiri.

“Yang pimpin ketua Pansusnya dari Nasdem yang menghandle pertanyaan dari Nasdem semua. “Ini suatu keajaiban,” tandas prof Aminuddin yang tak urung membuat gelak tawa peserta paripurna lainnya.Prof Aminuddin mensinyalir kondisi ini memperlihatkan bahwa antara anggota Nasdem sendiri tidak saling berkomunikasi satu sama lain.

“Ini kan sudah disepakati. Berarti selama ini antara Nasdem dengan Nasdem tidak saling berkomunikasi. Jadi ini tidak usah dibiasakan,” kesal Prof Aminuddin. “Kalau begitu tidak usah ada pansus, semua saja kita bicarakan,” tambahnya lagi.Beda pula kasusnya dengan  Yahdi Basma. Mantan Anggota KPU Sulteng itu, mempertanyakan hasil Pansus Rancangan Peraturan Daerah tentang Struktur dan Organisasi Pemerintah Daerah. Notabene, Yahdi sendiri adalah Sekretaris Pansus tersebut.

Setelah dibacakan oleh anggota pansus dari PKB, Naharuddin, Yahdi lalu mengacungkan jari bertanya.  Dia sekretaris Pansus, dia pulang  yang bertanya. “Kenapa tidak dipertanyakan di pansus,” itu pertanyaan Ketua Rapat Paripurna.  Ternyata, Yahdi tak  hadir saat rapat Pansus pagi sebelum paripurna.  “Karena sodara tidak hadir, kenapa sebelum diserahkan tidak ditanya memang,” Keluh Prof Aminuddin.  Politisi senior di Sulteng ini akhirnya dengan tegas mengetuk meja palu. Menutup hasil sidang setelah semua sepakat menyetujui hasil Pansus. “Maka sebelum ditetapkan, maka sesuai dengan peraturan perundang-undangan ini akan dikonsultasikan ke Mendagri untuk dievaluasi. (aaa)

Komentar ditutup