Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kali Kedua, Untad Gelar Wisuda di Lapangan Terbuka

Gedung Auditorium Rusak karena Gempa

0 103

PALU EKSPRES, PALU – Universitas Tadulako (Untad) kembali melepas ribuan lulusannya pada Wisuda ke-95, yang digelar di lapangan utama Untad, Kamis 24 Januari 2019. Pelaksanaan wisuda yang biasanya di auditorium, kali ini masih dilaksanakan di lapangan terbuka untuk kedua kalinya, karena gedung tersebut belum dianggap aman sebagai tempat pelaksanaan wisuda ke-95.

Dalam wisuda tersebut, sebanyak total 1.106 wisudawan dilantik oleh Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, Dr. Jumain Appe, yang juga membawakan orasi ilmiah.

Dalam pesan almamater yang disampaikannya, Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio menegaskan kepada para alumni Untad, bahwa sebagai ilmuwan muda peran serta dalam membangun bangsa Indonesia menjadi semakin besar dan terbuka lebar. Namun ia mengingatkan bahwa besar kecil peran dan partisipasi tersebut, sangat bergantung pada dimensi personality para alumni.

“Diri kalianlah yang menentukan itu. Dasar-dasar kekuatan berpikir telah kalian raih selama dalam pendidikan yang diharapkan mampu dikelola, diaplikasikan, dan dievaluasi agar dalam berkehidupan, kalian sebagai alumni dapat berubah dan dapat mengubah. Kalian pada saatnya akan memasuki fase persaingan yang semakin tajam,” kata Rektor di hadapan ribuan alumni yang diwisuda.

Ia juga mengungkapkan harapannya, agar para alumni Untad dapat terus berbenah diri. Menurutnya, kemajuan zaman yang terus tumbuh harus disikapi secara arif oleh seorang ilmuwan atau lulusan perguruan tinggi.

Prof Basir menguraikan, ada empat kekuatan utama yang sejatinya dimiliki oleh ilmuwan. Pertama, adalah mengedepankan berpikir positif jika ingin mengumpulkan fenomena atau realitas sebagai awal dalam berpikir. Selanjutnya yang kedua, adalah jika berhasil mengumpulkan berbagai fenomena atau realitas, maka dibutuhkan kapasitas tabulatif untuk mengajari otak berpikir tertib dan teratur.

Yang ketiga, lanjutnya, adalah jika sukses melakukan pemikiran tabulatif, maka selalu memberikan “judgement” yang realistik atau apa adanya.

“Dan yang terakhir, tidak menodai realitas itu dengan sesuatu yang dianggap lebih baik, tetapi diperoleh dari halusinasi dalam dimensi sosiologis, dan bukan secara medis,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Basir juga mendorong para alumni Untad yang baru diwisuda, untuk tetap menjadi bagian dari almamater Untad, dengan mendaftarkan diri sebagai anggota Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untad, baik di prodi maupun di fakultas masing-masing.

Sebanyak 1.106 lulusan yang diwisuda pada gelaran Wisuda ke-95 Untad tersebut, masing-masing berasal dari Program Pascasarjana 93 orang, Fakultas Kedokteran 108 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 325 orang, Fakultas Hukum 65 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 107 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 62 orang, Fakultas Teknik 41 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 18 orang, Fakultas Kehutanan 78 orang, Fakultas Peternakan dan Perikanan 87 orang, dan Fakultas Ekonomi 88 orang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan alumni Untad hingga wisuda ke-95 ini adalah sebanyak 66.104 orang.

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.