Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Jelang UNBK 2019, SMPN 22 Palu Tetap Gunakan USB Modem

0 50

PALU EKSPRES, PALU– Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2019, SMP Negeri 22 Palu memastikan akan kembali menyelenggarakan UN Berbasis Komputer (UNBK).

Hal ini ditegaskan Kepala SMPN 22 Palu, Suparman, saat ditemui, Rabu 23 Januari 2019.

“Ujicoba komputer sudah dilakukan, Alhamdulillah SMPN 22 Palu siap UNBK,” tegas Suparman.

Ia juga mengungkapkan, sama seperti pelaksanaan tahun lalu, UNBK di SMPN 22 tahun ini masih akan mengandalkan USB Modem sebagai alat untuk mengakses jaringan internet. Meski begitu Suparman optimis, ketersediaan jaringan internet tidak akan mengalami kendala berarti nantinya.

“Pemanfaatan modem ini sudah dilakukan sejak UNBK tahun lalu, sekarang masih pakai modem. Alhamdulillah kami punya operator itu punya keahlian dan cerdas luar biasa, dalam menyikapi kemungkinan masalah yang ada. Salah satunya dengan menyiapkan lebih dari satu kartu provider SIM, untuk mengantisipasi jika jaringan kurang baik,” jelas Suparman.

Ia menyebutkan, untuk pelaksanaan UNBK tahun ini di SMPN 22 Palu akan diikuti sebanyak 37 orang siswa kelas IX. Terkait kesiapan para siswa, Suparman mengaku optimis siswanya telah mampu menguasai penggunaan komputer pada saat ujian berlangsung.

Untuk kesiapan alat pendukung utama UNBK, yakni komputer, ia mengungkapkan tiga unit komputer di SMPN 22 Palu mengalami kerusakan berat ketika terjadi bencana alam pada 28 September 2018 lalu, sehingga tidak bisa lagi digunakan. Olehnya, pihak sekolah sudah mengusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, untuk membantu penggantian unit komputer yang rusak tersebut.

“Informasinya Dinas akan menyanggupinya,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, SMPN 22 Palu akan melaksanakan simulasi tahap kedua pada 28 Februari 2019 sebagai persiapan pelaksanaan UNBK. Untuk menyiasati kekurangan unit komputer, Suparman mengungkapkan pihaknya kemungkinan akan meminjam perangkat laptop para guru dan kepala sekolah.

“Itu kalau bantuan komputer datang terlambat, kemungkinan bulan Maret. Yang penting simulasi tahap kedua bisa berjalan sukses,” tandasnya.

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.