Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

IHSG Dibuka Terkoreksi Ke 6.460

0 60

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pembukaan pasar saham Indonesia dibuka melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini terkoreksi 8,4 poin atau 0,13 persen ke 6.460,06. Sementara Indeks LQ45 turun 3,71 poin atau 0,4 persen menjadi 1.027,35, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,78 poin atau 0,2 persen ke 722,98, dan indeks IDX30 turun 2,28 poin atau 0,4 persen ke 564,93.

Pembukaan pagi ini, ada 85 saham menguat, 40 saham melemah, dan 122 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 115,7 miliar dari 86,1 juta saham diperdagangkan.

Penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor infrastruktur memimpin pelemahan sebesar 0,6 persen, disusul mining 0,5 persen. Sementara, sektor perkebunan naik 0,2 persen.

Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik arah mengalami koreksi wajar, setelah kemarin hanya menguat tipis 0,27 persen menuju level 6.468.

Menurut indikator MACD masih berada di area positif, namun stochastic dan RSI sudah menunjukkan kondisi jenuh beli (overbought).

“Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan ada potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju area support,” ujar Nafan, di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada di level 6.433 dan 6.399, sedangkan resisten pertama dan kedua di posisi 6.485 dan 6.503.

Dengan demikian, di tengah potensi koreksi minor pada laju IHSG hari ini, Nafan merekomendasikan enam saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada kisaran Rp 3.740-3.770, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.840, 3.880, 3.910 dan 4.040. Support: Rp 3.720 dan 3.680.

2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada kisaran Rp 7.650-7.750, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.800, 7.875 dan 8.250. Support: Rp 7.525.

3. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada kisaran Rp 565-575, dengan target harga secara bertahap di level Rp 590, 615, 675 dan 730. Support: Rp 555 dan 545.

4. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada kisaran Rp 760-790, dengan target harga secara bertahap di level Rp 745 dan 735. Resistance: Rp 800.

5. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada kisaran Rp 88-91, dengan target harga secara bertahap di level Rp 97, 108, 127 dan 147. Support: Rp 86 dan 81.

6. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

Terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada kisaran Rp 2.550-2.570, dengan target harga secara bertahap di level Rp 2.600, 2.710 dan 2.820. Support: Rp 2.550, 2.520 dan 2.490.

(rom/jpc)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.