Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pemerintah Tidak Mau Tahu Soal Penjualan Lokasi TORA

0 97

PALU EKSPRES, SIGI– Camat Sigi Biromaru Ruslan sangat menyayangkan adanya penjualan lokasi TORA di Ex HGU PT. Hasfarm yang berada di Dusun III Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

“Itu murni salah sendiri, siapa yang suruh jual itu tanah. Ini urusannya para pembeli dan penjual. Kami dari pihak pemerintah tidak ada sangkut pautnya terhadap penjualan tanah program Tora yang ada di lokasi Ex HGU PT. Hasfarm di Desa Pombewe,” katanya, Senin 21 Januari 2019.

Sebagian lokasi Ex HGU PT. Hasfarm rencananya akan dibagikan kepada masyarakat setempat untuk bercocok tanam. “Program TORA tujuanya untuk pemberdayaan masyarakat secara berkelompok dalam bercocok tanam. Baik itu bercocok tanam bawang merah maupun tanaman lainnya, yang penting tanaman Palawija,” jelasnya.

Jadi kata Ruslan, tanah itu tidak diberikan secara perorangan melainkan secara kelompok. “Untuk itu tidak ada hak kepemilikan perorangan di dalam lokasi itu nantinya, yang ada hanya kepemilikan per kelompok,” akunya.

Setiap kelompok kata Ruslan lagi, akan diatur terlebih dahulu berapa jumlah setiap kelompoknya dan berapa jumlah lokasi yang akan dikelolah.” Program Tora ini sudah jelas tujuannya, bukan untuk jual beli tanah, seperti yang terjadi saat ini. Sehingga, kalau ada persoalan di kemudian hari atas persoalan tersebut, yang bertanggungjawab si pembeli dan penjual,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Masfut Ketua forum persatuan warga yang mendapatkan program TORA di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Minggu 13 Januari 2019 mengakui, sebagian besar tanah yang diberikan pemerintah melalui program TORA sudah laku terjual.

“Sudah pernah saya sampaikan kepada pak Bupati pada saat pertemuan beberapa pekan lalu di Desa Pombewe, bahwa tanah di lokasi TORA sudah sekitar 80 persen sudah terjual,” akunya.

Namun pada saat itu kata Masfut, Bupati Sigi belum merespon penyampaiannya. Dia menyatakan penjualan lokasi tanah program TORA sudah berulang kali dirinya memperingatkan masyarakat, agar jangan sampai menjual lokasi tersebut. “Akan tetapi masyarakat tetap ngotot melakukan penjualan, walaupun sudah kami ingatkan berulang kali,” katanya.

(mg4/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.