Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Maafkan Jika Ada Khilaf Bapak

106

DUKA MENDALAM – Istri Almarhum Wagub Sulteng H Sudarto,Ny Hj Nurmasyita Mang tak kuasa menahan kesedihan saat akan meninggalkan pusara, Minggu 2 Oktober 2016 di taman makam pahlawan Tatura Palu.

PALU,PE – Kepergian almarhum H. Sudarto  ke kharibaan Ilahi membawa duka mendalam bagi keluarga besar dan kerabatnya. Tangis haru kesedihan terlihat jelas dalam setiap proses upacara pelepasan jenazah menuju peristirahatan terakhir di taman makam pahlawan (TMP) Kelurahan Tatura Palu, Minggu 2 Oktober 2016.

Kesedihan mendalam  tergambar di istri tercinta almarhum, Ny Hj Nurmasyita Mang. Usai upacara,  Nurmasyita Mang beserta tiga anaknya, masing-masing Eka Dharmasyanti Nurmaningrum, Kapten (Kav) Sigit Dhramawiryawan, dan Ipda Andika Dharmasena  terlihat terus bertahan di pusara almarhum.

Di antara keempat orang terdekat almahrum, istrinya, Nurmasyita Mang terlihat begitu terpukul. Setiap kali  menyiram pusara, Masyita berbaring dan terus memeluk pusara suaminya sambil terus menangis.

Menantu almarhum, Krido Pramono juga larut dalam kesedihan itu. Kepada Palu Ekspres, suami dari Dharmasyanti Nurmaningrum ini juga berharap  masyarakat membuka pintu maaf jika semasa hidupnya almarhum Sudarto pernah berbuat kesalahan dan khilaf.

“Kami mohon doa dan mohon dimaafkan apabila selama bertugas, tentunya beliau banyak salah. Semoga diampuni dosa dosanya, diterima serta mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT,” ujarnya.

Baginya, almarhum merupakan sosok ayah yang sangat baik, disiplin dan dedikasi tinggi. Baik untuk keluarga secara khusus maupun masyarakat secara umum. Almarhum juga ia kenal sebagai figur bertanggung jawab dan konsisten dengan tugas yang diembannya.

“Sosok yang luar biasa bagi kami. Beliau  terus mengabdikan dirinya  pada rakyat bahkan tidak mengenal libur jika sedang menjalankan tugas,” ungkap Krido terbata. (mdi)

Komentar ditutup