Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

92 Anak Korban Bencana Pasigala Belum Ditemukan

0 165

PALU EKSPRES, PALU – Sekretariat bersama (Sekber) Perlindungan Anak Korban Bencana Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Palu Sulawesi Tengah mencatat sedikitnya 118 anak dinyatakan hilang atau terpisah dari orang tua saat terjadi bencana di Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala).

Catatan itu diperoleh berdardasarkan laporan orang tua yang disampaikan pada kantor dinas sosial masing-masing serta temuan lapangan yang diperoleh dari media sosial.
Koordinator Sekber perlindungan anak, Agus, kepada Palu Ekspres mengemukakan, dari 118 anak yang dilaporkan hilang, sejauh ini baru 26 anak diantaranya berhasil dipertemukan dengan keluarga (Reunifikasi).
“Berkat jejaring yang kami bangun bersama dan informasi media sosial, kami berhasil reunifikasi 26 anak diantaranya,” kata Agus, Jumat 11 Januari 2019.

Agus menjelaskan, terhadap laporan anak hilang, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah anak-anak tersebut sudah meninggal dunia atau ada kemungkinan lain. Menurut dia, Sekber dan lembaga-lembaga lain, termasuk UNICEF yang tergabung didalamnya masih tetap berupaya melakukan pencarian.
“Kami umumkan ke jejaring yang ada dalam Sekber. Melalui media sosial atau selebaran-selebaran. Tapi sejauh ini belum ada perkembangan,”jelasnya.

Agus menjelaskan, pihaknya tetap berharap anak yang dilaporkan hilang masih bisa ditemukan kembali. Baik oleh orang tua atau keluarganya. Karenanya dia mengimbau apabila masyarakat mengetahui informasi adanya anak korban bencana yang berada di luar wilayah Pasigala, bisa segera dilaporkan atau berkoordinasi ke kantor dinas sosial terdekat.
“Karena memang ada informasi yang beredar kalau ada anak ikut mengungsi ke luar daerah setelah bencana,”ujarnya.

Agus menambahkan, upaya pemberian perlindungan terhadap anak korban bencana yang dilakukan oleh Sekber berakhir pada 30 Desember 2018. Pihaknya kini tengah mengevaluasi serta memverifikasi rencana program lanjutan tahun 2019.

Dalam masa tanggap hingga transisi bencana, Kemensos melalui Sekber telah melaksanakan beberapa program dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar anak korban bencana. Baik di pengungsian maupun yang ada di panti asuhan.
“Masih layanan tambahan yang kami ajukan untuk tahun 2019 khususnya bagi anak anak di pengungsian dan panti-panti asuhan,”demikian Agus.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.