Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Prabowo Mengaku Sedih Ada Korupsi Dana Bencana

0 109

PALU EKSPRES, PALU– Calon Presiden RI Prabowo Subianto menyempatkan diri datang ke Kota Palu Sulawesi Tengah, Selasa 8 Januari 2019. Kedatangannya ia akui untuk mengunjungi korban bencana sekaligus bertemu simpatisan dan relawan. Termasuk memenuhi undangan tokoh agama dan masyarakat.

Antusias ribuan relawan dan pendukung dari berbagai element terlihat sejak rombongan Prabowo masih berada di Bandara Mutiara Sis Al-Djufrie Palu sekitar pukul 12.00wita. Para relawan dan pendukung terlihat memadati pelataran bandara.

Rombongan kemudian bergerak menuju hotel Santika. Di tempat inipun sudah menanti ribuan pendukung. Prabowo yang datang didampingi Ketua DPD Gerindra Sulteng sekaligus Gubenur Sulteng H Longki Djanggola disambut dengan yel yel Prabowo Presiden dari ribuan massa yang hadir.

Sebelum akhirnya mengisi kegiatan itu, Prabowo tak lupa menyempatkan diri  salat Dzuhur di hotel tersebut.

Sambutan kemudian diawali Longki Djanggola yang menyatakan kedatangan Prabowo adalah kunjungan kemanusiaan. Ingin melihat langsung kondisi pengungsi korban bencana.

“Ini bukti kecintaan Prabowo pada korban bencana. Ini kunjungan kemanusiaan,”kata Longki.

Selain itu ujar Longki, kunjungan Prabowo juga diagendakan  untuk sowan kepada beberapa sesepuh dan toko agama daerah ini.

“Tidak ada acara kampanye khusus. Prabowo hadir spontanitas. Karena para pendukungnya pun ingin melihat langsung calon idola mereka kedepan,”tutup Longki.

Dihadapan ribuan pendukungnya, Prabowo menyebut kedatanganya diluar jadwal alias mendadak. Namun akhirnya memenuhi undangan ke Palu lantaran dirinya merasa punya hutang kepada masyarakat Sulteng.

“Sebelumnya saya mengucapkan bela sungkawa yang dalam pada korban bencana. Saya sebenarnya menahan diri tidak datang. Karena saya tahu kepala daerah sibuk. Kalau saya datang takutnya bisa menganggu kesibukan mereka,”kata Prabowo.

Kedatangannya pun ia akui sekaligus untuk mengecek langsung mengenai bantuan yang ia berikan. Apakah bantuan itu sampai atau tidak.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut sangat menyayangkan terjadinya korupsi dana kebencanaan. Hal ini mesti diwaspadai karena sudah lama sering terjadi di Indonesia.

“Kita sedih, dibeberapa tempat ada saja orang yang mau korupsi bantuan untuk korban bencana. Tapi itulah tugas kita kedepan,”sebutnya.

Menurut dia, masa mendatang banyak pekerjaan berat untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Mewujudkan negara dengan  pemerintahan yang bersih dan tidak berprilaku korupsi.

“Ini panggilan untuk bangsa dan negara. Itu perjuangan saya. Tidak ada lain. Saya bukan orang terbaik. Saya manusia biasa. Bukannya merendah.Tapi saya sadar dan mengerti apa  yang sedang terjadi  di Negara kita,”ujarnya.

Negara menurutnya telah lama dikecewakan elit-elit di Jakarta. Pendapat dan pandangan ini ia akui telahditulis dalam buku hitam putih Indonesia.

“Saya berpendapat, saya berpandangan bahwa elit di Jakarta sudah tidak bisa diharapkan lagi,”tegasnya.

Prabowo menyebut dirinya terpanggil untuk menyelamatkan masa depan bangsa dan negara. Yang selama ini ia ketahui tidak dalam keadaan baik. Kekayaan hanya dinikmati elit. Dan para elit itu menurutnya tidak bisa diharapkan.

“Umur saya sudah 68 tahun. Sekarang saya hanya takut pada yang diatas ( Allah SWT). Rakyat sekarang sudah mengerti dan faham. Rakyat Indonesia sudah tidak mau dibohongi lagi. Mau koran bilang apa, mau televisi bilang apapun.Rakyat sudah mengerti,”ujarnya.

Diapun mengaku dirinya sebenarnya sudah ingin beristirahat. Akan tetapi melihat realita dan fakta negara saat ini dalam keadaan tidak baik.

Para elit yang sudah nikmati kekayaan puluhan tahun tegas dia, tidak mau berfikir kepada rakyat yang sedang susah dan miskin. Kerjanya hanya mengurus diri sendiri dan kelompoknya saja.

“Saya faham.saya saksi mata, saya kenal mereka semua. Saya lihat lagaknya itu kayak orang hebat aja semua. Jangan kalian terlalu terkesan dengan mereka,”demikian Prabowo.

Usai hadir di Hotel Santika, Prabowo beserta rombongan menuju titik pengungsian di Kabupaten Sigi.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.