Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Warga Sigi Diharap Tak Golput,  Warga Tetap Diakomodir dengan Memperlihatkan e-KTP

0 89

PALU EKSPRES, SIGI– Ketua KPU Sigi Muhammad Nuzul TH Lapali berharap agar masyarakat Kabupaten Sigi yang masuk dalam daftar pemilih untuk tidak Golput pada pemilu tahun 2019.
Menurut Nuzul, peran serta masyarakat dalam memilih pada pemilu tahun ini sangat diharapkan. “Olehnya, jangan golput,” kata Nuzul, Senin (7/12/2019).

Nuzul menjelaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dukcapil Sigi, bahwa data warga yang belum memiliki e-KTP di Kabupaten Sigi sebanyak 6.081 orang. Namun mereka itu sudah tercover di DPTHP tahap II. Sehingga tidak ada persoalan lagi pada saat hari H pemilu.
“Saat ini masih banyak warga yang melakukan perekaman e-KTP di Dukcapil. Mereka itu tetap diakomodir nantinya pas pemilihan, asalkan bisa memperlihatkan e-KTP di wilayah tempat tinggalnya,” akunya.


Gudang logitik KPU Sigi. Foto: Nikko/PE

Untuk diketahui, di DPTHP tahap II tersebut tercantum jumlah pemilih Kabupaten Sigi mencapai 164.105 orang. Di mana pemilih laki-laki sebanyak 83.702 orang dan pemilih perempuan 80.403 orang.
”Saya berharap kepada warga di Kabupaten Sigi yang telah terdata sebagai pemilih dapat menggunakan hak pilihnya nanti supaya dapat menyukseskan jalannya pemilu pada tahun 2019 ini,” pintanya.
Namun pada intinya, kata Muhammad Nuzul, KPU Kabupaten Sigi terus melakukan pemutakhiran terhadap beberapa data pemilih yang ada di Kabupaten Sigi. “untuk soal data pemilih kita terus berkordinasi dengan pihak Dukcapil Sigi agar tidak ada perbedaan data diantara kami,” akunya.

Sekaitan dengan logistik pemilu 2019, Ketua KPU Kabupaten Sigi Muhammad Nuzul mengakui masih ada kekurangan dari kebutuhan logistik yang dibutuhkan. Misalnya, surat suara masih kurang, segel masih kurang 7 keping dan jumlah kebutuhan sampul juga masih kurang. Baik itu sampul biasa maupun sampul kubus,” jelasnya.

Kekuarangan logistik ini sudah disampaikan ke KPU Pusat. Dan, untuk saat ini tinggal menunggu kekuarangan logistiknya ini didatangkan dari Jakarta. “Yah paling lambat bulan februari 2019 sudah datang kekurangan logistiknya itu,” pungkasnya.

(mg4/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.