Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

IHSG Berusaha Lanjutkan Tren Penguatannya, Akumulasi 6 Saham Ini

0 47

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pergerakan pasar saham Indonesia awal pekan ini diperkirakan melanjutkan tren kenaikannya, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan kemarin menguat sebesar 0,86 persen ke level 6.274.

Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, mengungkapkan indikator MACD berhasil membentuk pola golden cross di area positif, sedangkan stochastic dan RSI masih bergerak ke atas menuju area jenuh beli (overbought).

“Terlihat pola three outside up candlestick yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga indeks berpeluang menuju area resisten,” kata Nafan, di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Menurutnya, berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada di posisi 6.225 daan 6.176, sedangkan resisten pertama dan kedua di level 6.299 dan 6.323.

Dengan demikian, jelas Nafan, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG awal ini bisa disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi enam saham berikut:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Terlihat beberapa pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

“Akumulasi Beli” pada kisaran Rp25.475-26.025, dengan target harga secara bertahap di level Rp26.250, 26.750, 27.125 dan 28.775. Support: Rp25.475 dan 24.775.

2. PT Indofarma Tbk (INAF)
Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

“Akumulasi Beli” pada kisaran Rp5.050-5.150, dengan target harga secara bertahap di level Rp5.500 dan 5.750. Support: Rp4.900.

3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

“Akumulasi Beli” pada kisaran Rp3.070-3.130, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.180, 3.320, 3.890, 4.460 dan 5.050. Support: Rp3.010.

4. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)

Pergerakan harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

“Akumulasi Beli” pada kisaran Rp11.150-11.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp11.650 dan 11.950. Support: Rp10.900.

5. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS),

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.

“Akumulasi Beli” pada kisaran Rp1.180-1.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.225, 1.240 dan 1.260. Support: Rp1.160.

6. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Pergerakan harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

“Akumulasi Beli” pada kisaran Rp3.690-3.710, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.750, 3.890, 4.210 dan 4.530. Support: Rp3.640 dan 3.570.

(rom/jpc)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.