Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pergantian Tahun di Palu Disambut Dzikir dan Adzan

0 130

MALAM pergantian tahun 2018 di Kota Palu Sulawesi Tengah dilewati dengan kegiatan religius. Majelis dzikir hampir terlihat di seluruh masjid. Tak ada kebisingan dari arak-arakan kendaraan. Tak terlihat pesta kembang api yang berarti. Apalagi panggung-panggung hiburan.

Laporan Hamdi Anwar.

Lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an terdengar lirih dari beberapa masjid di Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan, Palu. Aktivitas itu mulai terdengar selepas salat isya. Sebuah masjid di Jalan Dewi Sartika Palu dipadati jemaah untuk mengikuti majelis dzikir.

Mendekati pukul 21.00Wita, Senin malam 31 Desember 2018 sejumlah masjid lainnya terpantau mulai menggelar wirid dan dzikir. Jalan- jalan di Kota Palu di malam yang teduh itu memang terlihat ramai namun tidak menyebabkan macet.

Di kawasan pantai, tepatnya di tugu patung kuda, majelis dzikir sudah dimulai selepas isya. Ribuan jamaah memadati tempat itu. Berjejer rapi sambil melantunkan ayat ayat suci Al Qur’an.

Sebagaimana biasanya, pesisir pantai Teluk Palu menjadi titik terpadat menjelang perpisahan tahun. Namun tahun ini, masyarakat sepertinya enggan mendekati pantai untuk berkumpul melalui malam pergantian tahun.

Selain majelis zdikir, tak terlihat kerumunan orang di sana. Meski puluhan pedagang kreatif lapangan telah siap dengan aneka cemilan yang mereka jajakan. Orang-orang hanya mampir sebentar untuk membeli beberapa cemilan.

Salahsatu ruas jalanan yang terlihat cukup padat adalah Jalan Monginsidi hingga ujung Jalan Emi Saelan. Di ruas jalan ini banyak warga yang singgah. Mencicipi manisnya buah durian. Lalu bersama keluarga menanti momen perpisahan tahun.

Konsentrasi massa malam pergantian tahun juga terlihat di lapangan Vatulemo Palu. Di lapangan inilah konsentrasi massa paling padat. Karena ditempat itu memang menjadi satu-satunya pusat keramaian di Palu paska terjadi bencana.

Majelis dzikir juga terpantau padat di Jalan Pue Bongo Palu. Forum remaja Islam masjid (RISMA) se Kecamatan Tatanga bergabung menggelar dzikir bersama dengan mengambil tempat sebuah tanah lapang disekitar rumah susun Alkhairaat Palu.

Kegiatan di tempat ini disemarakkan beberapa tampilan kesenian bernuansa Islam. Seperti tarian jeppeng. Lalu pembacaan Al Qur’an (Wirid) dan zdikir bersama dipimpin Ustad Yusuf Hasan. Kemudian dilanjutkan dengan hikmah dzikir oleh Ustad Haris. Wali Kota Palu Hidayat, ikut bersama dalam majelis dzikir di tempat ini.

Memasuki pukul 00.00wita, arus lalulintas baru mulai terlihat cukup padat di Jalan Gusti Ngurah Rai Kecamatan Ulujadi Palu. Moment pergantian tahun di tempat ini ditandai dengan suara adzan dari masjid. Bersahutan sahutan dari arah selatan ke barat.

Sekali dua kali memang terdengar ledakan disusul percikan api petasan dari jalanan ini. Tapi hanya berlangsung tidak sampai satu menit. Itupun hanya dilakukan beberapa anak kecil saja. Aksi anak anak ini seketika berhenti ketika beberapa orang dewasa terlihat melarang aksi itu diteruskan.

Wali Kota Palu Hidayat, mengaku kegiatan masyarakat dimalam tahun baru 2019 yang dilalui dengan nuansa religius sejalan dengan imbauannya.

“Setiap kelurahan memang kami imbau untuk menggelar dzikir bersama masyarakat dalam menyambut pergantian tahun,”kata Hidayat.

Imbauan itu menurut dia diterbitkan sebagai bentuk empati terhadap warga yang menjadi korban bencana. Yang saat ini semuanya masih dalam suasana berduka. Terlebih masih banyak masyarakat yang hidup di tenda tenda pengungsian.

“Karena kita masih berduka, keadaan belum stabil sepenuhnya. Kita masih bersedih atas musibah ini,”tuturnya.

Masyarakat jelas Hidayat harus bisa mengambil hikmah dari musibah bencana yang menelan korban jiwa tidak sedikit tersebut. Lalu bersama sama saling mengintropeksi diri.

“Mari kita kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kita jalankan ajaran Nabi Muhammad SAW,”ujarnya.

Diapun mengapresiasi respon masyarakat atas imbauan melaksanakan pergantian tahun dengan cara berdzikir. Kedepan kata Hidayat, pemerintah akan kembali menggalakkan kegiatan kegiatan positif kepemudaan melalui RISMA dan karang taruna.

“Dengan berdzikir kita berharap dijauhkan dari bala dan bencana. Kegiatan seperti ini akan kami perkuat ditingkat kelurahan pada masa mendatang,”demikian Hidayat dalam arahannya di majelis dzikir.

(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.