Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Gubernur Longki: Zikir Malam Tahun Baru Tak Perlu Diperdebatkan

0 138

PALU EKSPRES, PALU– Malam tahun baru masehi memang bukan tradisi umat Islam. Sebab umat Muslim punya perayaaan tahun baru khusus yaitu tahun baru hijriyah 1 Muharram. Namun Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menginisiasi kegiatan pergantian tahun diisi dengan dzikir dan doa bersama melalui sebuah surat edaran.

Kegiatan zikir dan doa bersama menyambut pergantian tahun ini belakangan menjadi bahan perdebatan sejumlah kalangan.

Perdebatan itu kemudian ditanggapi Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dalam kegiatan zikir dan doa bersama yang digelar di Masjid Al Mujahidin di komplek Kantor Gubernur Sulteng, Senin malam 31 Desember 2018.

Dalam sambutannya Longki menegaskan, Dzikir pada saat menjelang pelepasan tahun ini merupakan inisiasi Pemprov Sulteng. Karena Dengan Sholat berjamaah, dzikir dan doa bersama merupakan bagian dari instrospeksi diri tentang sejauh mana kadar keimanan dan ketaqwaan umat kepada Allah SWT.

Apalagi kata Longki, beberapa waktu lalu masyarakat Sukteng diuji dengan musibah bencana. Yang telah masih banyak yang diberikan kesempatan hidup agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sekaligus mendoakan para korban bencana.

Karenanya Longki dalam kesempatan itu menghimbau para jemaah, untuk tidak saling memperdepatkan pendapat sebagian para Ustad yang tidak sependapat dengan Zikir dimalam tahun baru.

Kegiatan zikir malam tahun baru menurutnya bukan untuk merayakan apa-apa. Melainkan semata hanya untuk berdoa.

“Doakan kita berdoa untuk saudara-saudara kita. Untuk diri kita dan untuk mengintrospeksi diri sekaligus mengenang apa yang telah kita lakukan di tahun 2018,”tegasnya.

Agar kemudian kayanha tahun 2019 nanti seluruh umat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

“Hal ini tidak ada salahnya. Janganlah kita di malam tahun baru merayakan hal-hal yang berlebihan ataupun hura-hura. Aangkah lebih baiknya jika kita semua berdoa dan berzikir untuk saudara – saudara kita yang telah mendahului kita,”demikian Longki.

Malam tahun baru 1 Januari 2019, Gubernur Longki Djanggola bersama ratusan umat Islam dari jajaran pejabag dan staf Pemprov Sulteng serta masyarakat mengiisi perjalanan waktu menuju malam pergantian tahun baru dengan berdzikir dan Doa bersama di Masjid AL Mujahidin, Kantor Gubernur Sulteng Jl Samratulangi, Palu Timur.

Longki hadir di masjid Al Mujahidin jelang ibadah salat Isya. Sebelumnya Longki beserta Istri tercinta dan pejabat Pemprov menggelar syukuran pemanfaatan kembali Gedung Pogombo dan Polibu usai direnovasi yang rusak akibat musibah gempabumi beberapa waktu lalu.
Memasuki waktu Isya, Gubernur bersama ratusan Jemaah melaksanakan isya berjamaah. Mereka yang hadir tampak memadati Masjid Al Mujahidin hingga pelataran masjid.
Acara kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan tausiah agama. Kegiatan yang diinisiasi Pemprov Sulteng ini melalui himbauan yang tertuang melalui surat Edaran Gubenur Sulteng. Dzikir dan Doa bersama ini selain di hadiri Danrem, Wakapolda, Danlanal,Ketua DPRD Provinsi, dihadiri juga oleh tokoh agama yang juga Ketua Mui Kota Palu,Prof.Zainal Abidin.
Ketua MUI Kota Palu Prof Dr Zainal Abidin, dalam ceramahnya kemudian mengangat tema perbedaan pendapat tentang perayaan pergantian malam tahun baru.

(Humas/palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.