Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Lima Kebiasaan Ini Bisa Merusak Ginjal

0 153

PALU EKSPRES – Gangguan ginjal rupanya tidak hanya terjadi pada mereka yang lanjut usia, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang muda. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari justru bisa menjadi pemicunya rusaknya ginjal.

Di bawah ini beberapa kebiasaan yang bisa merusak kesehatan ginjal. Jika Anda masih melakukannya, setelah membaca artikel ini segera hentikan kebiasaan tersebut.

1.Kurang minum air putih

Salah satu syarat sempurnanya kerja ginjal adalah asupan air putih yang mencukupi. Secara umum, jumlah asupan yang dinilai cukup adalah dua liter per hari. Jumlah ini memang bisa berkurang pada mereka yang memiliki riwayat gagal ginjal namun pada orang sehat, anjurannya adalah dua liter atau setara dengan delapan gelas.

Apa yang terjadi bila asupan air putih tidak memadai? Kerja ginjal dalam menyaring darah dan racun dari dalam tubuh akan jauh lebih berat. Akibatnya dapat terjadi gangguan fungsi ginjal hingga gagal ginjal yang mengharuskan penderitanya cuci darah secara rutin, seumur hidupnya.

Untuk mengevaluasi kecukupan air putih ini, seseorang bisa menilai sendiri warna air kencingnya. Semakin keruh dan pekat warnanya, semakin kurang asupan air putihnya. Sebaliknya, warna air kencing yang terang dan jernih menandakan asupan harian air putihnya telah cukup memadai.

2. Penggunaan obat nyeri berkepanjangan

Seseorang yang kerap mengonsumsi obat nyeri juga tidak luput dari bahaya kerusakan ginjal. Pasalnya dalam jangka panjang, hasil samping metabolisme obat seperti parasetamol, ibuprofen dan jenis Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) dapat merusak ginjal, terutama pada seseorang yang memang memiliki riwayat gangguan ginjal sebelumnya.

Oleh karena itu jika memang memerlukan penggunaan obat anti nyeri tersebut secara jangka panjang sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala ke dokter. Bila terdeteksi ada gangguan bermakna akibat penggunaan obat tersebut, dokter akan mengganti jenis obat yang lebih bersahabat untuk kesehatan ginjal.

3. Merokok

Kekuatan rokok dalam merusak setiap organ di tubuh memang tidak perlu dipertanyakan lagi, termasuk ginjal. Sebuah studi membuktikan bahwa perokok cenderung mengalami proteinuria, terdeteksinya protein dalam urine mereka. Terdeteksinya protein dalam urine merupakan salah satu tanda adanya gangguan fungsi ginjal.

Bila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin gagal ginjal bisa terjadi. Tidak hanya itu, berjuta senyawa berbahaya dalam rokok juga dapat menjadi biang kerok kerusakan dinding pembuluh darah, termasuk yang memperdarahi ginjal. Akibatnya, risiko kerusakan ginjal akan semakin tinggi dan kerusakan ini merupakan suatu yang permanen serta tidak bila lagi diobati.

4. Asupan daging berlebihan

Daging merah memang merupakan sumber protein dan zat besi yang sangat dibutuhkan tubuh. Protein merupakan kunci pertumbuhan dan regenerasi sel- sel yang rusak. Akan tetapi jika asupannya berlebihan, tumpukan protein ini akan memperberat kerja ginjal dan berpotensi menyebabkan asidosis, yaitu perubahan kondisi darah menjadi lebih asam.

Asidosis yang tidak tertangani dengan cepat tidak hanya mengancam kesehatan ginjal, namun juga keselamatan tubuh secara keseluruhan.

5. Kurang aktivitas fisik

Duduk terlalu lama di depan TV atau di balik meja kerja ternyata juga berbahaya untuk ginjal lho. Kaitan antara kedua hal ini memang belum diketahui secara mendalam.

Akan tetapi aktivitas fisik diketahui mampu menjaga tekanan darah tetap stabil, memperlancar peredaran darah dan menurunkan risiko diabetes. Jika tekanan darah terjaga stabil dan risiko diabetes dapat dihindari, kesehatan ginjal juga dapat lebih terjaga pasti.

Tidak ada lagi yang bisa menjaga kesehatan diri selain Anda sendiri. Sayangi ginjal dengan mengubah kebiasaan tidak sehat dengan aktivitas yang bisa melindungi fungsi dan kerja organ penting dalam tubuh ini.

Biasakan makan dengan pola makan seimbang, cukup minum dan bergerak secara aktif agar ginjal terjaga tetap sehat dan terhindar dari gangguan serta kerusakan di kemudian hari.

(RVS/klikdokter)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.