Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Danposal : Parimo Masih Minim Fasilitas Patroli Laut

0 138

PALU EKSPRES, PARIGI – Untuk pengawasan wilayah perairan Laut Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Komandan Pos TNI AL (Danposal) Parimo, Letda Daru Sriyanto mengaku, sejauh ini pihaknya belum memiliki sejumlah fasilitas yang memadai untuk kebutuhan melaksanakan tugas patroli di wilayah setempat.

Menurutnya, dalam melakukan pengawasan saat ini pihaknya, melakukan tindakan masih sebatas menerima laporan dari masyarakat, terkait aktifitas para nelayan sekitar menggunakan alat tangkap yang dapat merusak terumbu karang.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu, Ia bersama anggotanya berhasil mengamankan tiga nelayan yang diduga melakukan pengeboman ikan di wilayah utara parimo. “Jadi itu terindikasi melakukan distrak fising atau pengeboman di Lautan Teluk Tomini. Ketiga pelaku, dua diantaranya masih dibawah umur, dan satu orang lagi sedang menjalani proses serta pemeriksaan di Lanal Palu, Provinsi Sulawesi Tengah,”jelas Daru ditemui di Parigi, Senin (17/12/2018).

Dia mengaku, beberapa waktu lalu pihaknya sempat menerima laporan dari pusat, terkait adanya aktifitas kapal asing (Cina) yang masuk di perairan laut teluk Tomini. Namun, menurutnya, wilayah di mana tempat kapal asing itu berada, tidak dapat dijangkau karena terkendala dengan fasilitas yang tidak memadai.
“Beberapa kali kapal itu masuk dan kami hanya memiliki sekoci karet dan Sped 40 PK yang hanya mampu menjangkau beberap mil saja,” terangnya.

Ia mengatakan, di wilayah Parimo, aktifitas pengeboman ikan marak terjadi di Kecamatan Moutong. Sehingga mengakibatkan sejumlah habitat laut, baik itu ikan yang tidak menjadi target ikut mati juga. Selain itu terumbu karang juga mengalami kerusakan. Sehingga besar kemungkinan regenerasi kehidupan di laut teluk tomini hampir punah.

Ia berharap, agar seluruh fasilitas kapal-kapal patroli ini dilengkapi secepatnya, supaya dapat menjangkau seluruh wilayah yang berada di Kabupaten Parigi Moutong.

Saat ini, pihaknya terus, membangun sinergitas dengan OPD terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan serta Lembaga terkait lainnya. Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada nelayan di sejumlah wilayah di Parimo, terkait penggunaan alat tangkap yang dapat merusak habitat laut.

(asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.