Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

YKP Jakarta Bantu 11 Gereja dan Masjid di Jono Oge

0 191

PALU EKSPRES, PALU– Yayasan Kebangkitan Pujian (YKP) Jakarta menyalurkan bantuan donasi kepada jemaat dari 11 gereja terdampak gempa dan likuifaksi di Desa Jono Oge Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Penyaluran bantuan digelar sekaligus dengan perayaan Natal bersama, Selasa 11 Desember 2018. Penyaluran bantuan YKP, sudah sekian kali dilakukan di desa tersebut.

Bantuan senilai Rp700juta diberikan dalam bentuk sembako hingga peralatan untuk kebutuhan ibadah gereja. Pendeta Robertus Purwadi, dari YKP Jakarta menjelaskan, dalam kesempatan itu pihaknya menggelar doa bersama sebagai tanda perayaan Natal. Sekaligus berbagi kasih kepada para Jemaat di Kabupaten Sigi.

“Kami berbagi program yang berguna untuk masyarakat khususnya gereja gereja di Desa Jono Oge dan sekitarnya,”jelas Robertus kepada wartawan.

Berbagi kasih menurut dia adalah upaya menjalin persatuan. Serta dqpat membangun iman dan kebersamaan terhadap saudara seiman yang di Palu, Donggala dan Sigi yang mengalami bencana alam.

Pihaknya sebut Robertus, merasa sangat berempati pada apa yang dialami korban. Makanya rasa empati itu investasikan dengan hadir langsung ditengah-tengah masyarakat.

Hikmah bencana menurutnya adalah momentum untuk melihat dan belajar bagaimana keteguhan hati warga Jono Oge. Yang tetap bersyukur dan tegar meski dihantam bencana dahsyat.
“Meninggalkan tahun 2018, kami berharap mereka tetap dengan rasa syukur dan kemudian memasuki tahun2019 menyambutnya dengan Iman yang kuat,”harapnya.

Dia menuturkan, bantuan senilai Rp700juta merupakan dana yang dihimpun dari berbagai sumber. Sana itu kemudian disalurkan dalam bentuk barang. Sesuai kebutuhan jemaat.
Sementara Suhartono, salahsatu tim YKP menyebutkan, pihaknya datang bersama 20 tenaga relawan. Yang sengaja meluangkan waktu melakukan pelayanan dan penyaluran bantuan. Seluruh anggota tim menurutnya berasal dari Jakarta. Datang dengan rasa damai. Sehingga rasa damai itu bisa dirasakan bersama warga atau jemaat di Desa Jono Oge.
“Kami berterimakasih pada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan ini. Khususnya para pendeta dan kepala desa,”ujarnya.

Bidang misi dan diakonia YKP Pdm dr Suryantini Singgih, menambahkan, setelah mendengar bencana di Sigi, pihaknya langsung meninjau Desa Jono Oge.

“Tepatnya setelah gempa kami langsung menuju ke Jono Oge. Ini kunjungan kami yang ke empat. Kami akan tetap menjalin hubungan sesudah ini dan akan tetap kesini,”sebutnya.

Suryantini menjelaskan, dirinya bergabung dalam tim untuk misi ke empat. Yaitu menyalurkan bantuan bagi 11 gereja terdampak. Kemudian melaksanakan perayaan Natal bersama karena gereja gereja jemaat mengalami kerusakan.
“Dengan tema natal ini kami ingin semangat dan iman mereka bangkit kembali dalam melakukan aktivitasnya,”ujarnya.

Selama dalam masa penyaluran bantuan, Suryantini menyebut juga melakukan kegiatan trauma healing bagi anak- anak dengan melibatkan ahli. Sebab trauma bencana kata dia harus dihingkan dari kehidupan warga.

Anak-anak yang mengalami gempa liquifaksi diarahkan mengikuti trauma healing. Sehingga anak bisa kembali bangkit dan menghilangkan rasa takutnya.
“Anak anak itu biasa dalam kebingunan dan tidak tahu jalan keluar untuk menghilangkan trauma ketimbang orang dewasa yang punya pengertian sendiri untuk bisa bangkit,”katanya.

Pihaknya juga berencana akan membangun gereja yang rusak. Termasuk menantu kerusakan, jika ada musholla dan masjid di sekitar Jono Oge.
“Misi ke empat juga menyasar program pembangunan rumah-rumah ibadah. Kami terus berusaha dan bekerja mencarikan sumber sumber dana dari Jakarta untuk didonasikan ke daerah daerah yang terdampak bencana di Sulteng,”demikian Suryantini.

Personil yang ikut dalam perjalanan misi keempat YKP Jakarta, antara lain Pdm dr Suryatini Singgih ,Pdm Robertus Purwadi, Jhon Wenki, Djoko Mandasi Suwanta dan Herman dari Tim Trauma healing.

(mdi/palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.