Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pasca Kecelakaan, Anak Usaha Lion Air Malah Buka Rute Baru

0 47

PALU EKSPRES, JAKARTA – Anggota perusahaan penerbangan Lion Air Grup, Wings
Air, kembali membuka rute penerbangan pesawat berbadan kecil. Tak
tanggung-tanggung Per 5 Desember 2018 kemarin, Wings Air membuka rute
yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.

Perusahaan itu ingin menggarap pangsa pasar millenial yang hendak
berlibur ke tempat-tempat instagramable di timur Indonesia. Hal ini
seakan-akan menjawab tanya banyak orang bahwa market Lion Air Grup
tidak akan seret begitu saja meski banyak cacian dari para
penumpangnya. Terlebih usai insiden jatuhnya pesawat Boeing milik
Lion Air di perairan Tanjung Karawang yang menewaskan 181 nyawa tak
bersisa.

Alih-alih bangkrut, maskapai milik konglomerat Kirana bersaudara itu
malah makin menggeliat. Wings Air akan mengoperasikan pesawat jenis
turboprop, ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang dalam
kelas ekonomi pada rute baru ini.

Wings Air berangkat dari Maumere menuju Bandar Udara Komodo, Labuan
Bajo (LBJ) pukul 07.45 WITA. Penerbangan ini menggunakan nomor IW-
1960 mendarat pukul 08.40 WITA. Wings Air menawarkan rute baru
selanjutnya yaitu Labuan Bajo ke Lombok. Pesawat bernomor IW-1967
bertolak dari Labuan Bajo pukul 09.00 dan tiba di Bandar Udara
Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP) pukul 10.20 WITA.

Untuk penerbangan sebaliknya, Wings Air nomor IW-1966 mengudara dari
Lombok pukul 13.55 WITA dan mendarat di Labuan Bajo pada 15.10 WITA.
Layanan selanjutnya adalah Wings Air IW-1961 berangkat dari Labuan
Bajo pukul 15.30 WITA dan tiba pada 16.25 WITA di Maumere. Kemudian,
dari Maumere Wings Air lepas landas pukul 16.45 WITA bernomor IW-1941
dan waktu kedatangan di Makassar dijadwalkan pukul 18.20 WITA.

“Kami berterima kasih untuk dukungan dari berbagai pihak yang turut
membantu operasional pembukaan enam penerbangan baru yang terhubung
Makassar, Maumere, Labuan Bajo, Lombok pergi pulang (pp), sehingga
memperlancar proses inagurasi hari ini. Komitmen kami senantiasa
menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kabupaten/ kota
lainnya salah satunya antar Nusa Tenggara,” terang Operations
Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan dalam keterangan resmi,
Kamis (6/12/2018).

Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 118 destinasi dalam dan luar
negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaysia.
Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan
perhari dengan didukung 64 pesawat ATR 72-500/ 600.

Di samping itu, Batik Air yang juga anak usaha Lion Air Grup membuka
rute penerbangan baru pada hari yang sama. Batik Air akan terbang
dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP),
menggunakan nomor ID-7281 menuju Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung
(APT) Pranoto, Samarinda, Kaltim (SRI). Penerbangan ini membawa 123
penumpang menggunakan slot penerbangan pagi pukul 07.00 WIB PP.

Penerbangan menuju Samarinda dioperasikan dengan armada terbaru
Airbus A320-200 berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas
ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on
demand) di setiap kursi. Batik Air telah terbang ke lebih dari 42
destinasi domestik dan internasional (Singapura; Kuala Lumpur,
Kinabalu, Malaysia; Chennai, India; Perth, Australia) dengan
frekuensi mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari.

Melihat banyaknya destinasi anak usaha Lion Air Grup, memang tak
berlebihan jika Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra
makin mustahil dengan melihat pangsa pasar Lion Air Grup yang
menguasai 20 persen hingga 30 persen seluruh maskapai penerbangan
domestik tanah air.

“Kalau Lion Air ditutup kita mesti siap market yang terpotong bisa 30
persen. Dan maskapai lain belum bisa serap,” ujarnya.

(uji/JPC)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.