Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Parimo Mengejar Target SAKIP Nilai A

0 46

PALU EKSPRES, PARIGI– Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Parigi Moutong menggelar seminar sinkronisasi tupoksi dan program dalam rangka penguatan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) Tahun 2019, berlangsung di salah satu hotel di Parigi, Selasa (4/12/2018).

Kepala Bagian Organisasi Setda Parimo yang diwakili Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kelembagaan, Ahrianto Matompo mengatakan, kegiatan ini adalah tindaklanjut dari kegiatan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

“Jadi intinya, bahwa sebelumnya ada 11 organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah kita lakukan penguatan terhadap SAKIP, kemudian hari ini kita libatkan lagi OPD yang lain agar mereka memahami apa sebenarnya itu SAKIP,” ujarnya.

Dia mengatakan, kalau nilai SAKIP ini mendapat nilai yang kurang dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), berarti kinerja OPD tersebut dalam pencapaian program-programnya dinilai belum tepat sasaran.

Sehingga hal ini kata dia, penting menjadi penguatan dari Biro Organisasi Provinsi melalui Tim Reformasi Birokrasi Provinsi Sulawesi Tengah. “Hal ini sangat penting karena kalau kita bisa mencapai sesuai yang kita targetkan, Insya Allah SAKIP kita A maka kita akan melampaui di atas Provinsi dan Kabupaten Banggai,” harapnya.

Menurutnya, SAKIP Kabupaten Banggai saat ini mendapat predikat B, kemudian untuk mendapat predikat B kata dia intinya adalah, pertanggung jawaban setiap OPD itu harus mencapai sasaran dan sesuai tugas pokok dan fungsi OPD masing-masing.

Sekaitan hal itu, Kepala Bagian Pembinaan Kinerja dan Pelayanan Publik Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Haruna S,sos, M.si yang ditemui usai kegiatan mengatakan, pendampingan terhadap penguatan SAKIP di Kabupaten Parigi Moutong dimulai sejak awal tahun 2018.

”Dan Alhamdulillah setelah dievaluasi oleh Menpan-RB terjadi perubahan yang signifikan terhadap SAKIP di Parigi Moutong, karena Parimo ini juga RPJMD baru, dan ini tetap kami kawal sehingga nanti dokumen perencanaan sampai pada tingkat OPD itu akan tersusun baik dan mudah diukur,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum ada perbaikan SAKIP, Parigi Moutong banyak ditemukan dokumen perencanaan yang ada di RPJMD dengan yang ada di Renstrea itu bertolak belakang.
(asw/palu ekspres).

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.