Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Inflasi di Palu Melonjak Tinggi akibat Bencana

0 57

PALU EKSPRES, PALU- Gempa bumi yang melanda Kota Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 lalu, berdampak pada melonjaknya inflasi di ibukota Provinsi Sulteng itu.
Dalam rilis BPS Sulteng, Senin (3/12/2018), menyebutkan inflasi Kota Palu pada Bulan November 2018 sebesar 0,83 persen.
Kepala BPS Sulteng, Ir. Faisal Anwar mengatakan, inflasi kota Palu sebesar 0,83 selama bulan November 2018, ini termasuk tinggi. “Tapi ini harus dimaklumi karena bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu dan sekitarnya beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Menurut Faisal, walau terjadi inflasi di Kota Palu, tetapi harga kebutuhan pokok seperti beras masih bisa terkendali.
“Tim TPID terutama pemerintah daerah perlu diapresiasi dalam hal ini karena saat bencana melanda daerah ini masih bisa mengendalikan harga kebutuhan pokok,”papar Faisal.
Faisal menjelaskan, penyebab tingginya angka inflasi Kota Palu adalah kenaikan harga bahan-bahan konstruksi seperti semen dan bersi beton. Termasuk upah tukang yang juga melonjak tajam seiring dimulainya aktivitas pemulihan pasca bencana gempa bumi melanda Kota Palu, Donggala dan Sigi.
“Warga sudah mulai banyak yang membangun rumahnya yang roboh, tentunya kebutuhan akan bahan-bahan konstruksi melonjak tajam,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Statistik Distribusi BPS Sulteng G.A. Nasser, SE, MM menjelaskan, penyumbang utama naiknya inflasi Kota Palu adalah subsektor perumahan, Air, listrik, gas dan bahan bakar, yakni sebesar 2,33 persen, disusul transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,49 persen. Selanjutnya, subsektor sandang 0,49 persen.
Menariknya, subsektor bahan makanan menjadi penekan angka inflasi. Tepatnya, subsektor bahan makanan mengalami deflasi0,47 persen.
Nasser merinci komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi di subsektor perumahan antara lain, tukang bukan mandor 0,24 persen, besi beton 0,10 persen, seng 0,08 persen serta semen 0,04 persen.

(fit/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.