Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pangi Chaniago: Citra Kalem Jokowi Bisa Memudar Karena Diksi ‘Tabok’

Pilpres 2019

0 117

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menabok penyebar fitnah dirinya sendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) menuai reaksi. Ada yang beranggapan, pernyataan tersebut malah akan merugikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago beban diksi ‘tabok’ akan memberikan sentimen negatif bagi Jokowi. Bahkan citra yang selama ini melekat pada dirinya akan luntur karena hal itu.

“Pernyataan yang terlalu reaktif direspons (oleh Jokowi) di atas memberi sentimen negatif pada Jokowi, secara langsung melongorkan citra Jokowi,” ujar Pangi di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Selain itu, efek buruk juga bisa mengular ke tingkat bawah. Para pendukung setia Jokowi bisa ikut terpancing jika bola jagoannya terus dipojokkan. Dampaknya, bisa terjadi perpecahan di masyarakat.

“Situasi ini akan menambah parah (kecenderungan) mengingat posisi Jokowi sebagai calon presiden yang punya pendukung setia. Bisa jadi mereka salah-jawaban (Jokowi) tersebut,” jelas Pangi.

“Respons berlebihan dari pendukung Jokowi dikhawatirkan justru akan menimbulkan api gesekan di tengah masyarakat dan mengingat karena capres yang mereka dukung terus dizolimi dan difitnah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Voxpol Center tersebut menuntut agar Jokowi lebih bijak dalam pemilihan diksi. Jadi tidak menjadi polemik di tengah masyarakat.

Jika hal ini terus menerus, maka Pangi menilai Jokowi akan mengalami kerugian elektoral sendiri. Sebab artinya, Jokowi terjebak dalam permainan lawan.

“Dengan kata lain petahana seperti menari di atas tabuh gendang orang lain. Semestinya, petahana yang menciptakan arus sendiri, bukan malah sebaliknya,” pungkas Pangi.

(sat / JPC)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.