Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tunggakan Rastra Parimo Terbesar di Sulteng

0 91

PALU EKSPRES, PARIGI– Terkait tunggakan beras prasejahtera (Rastra) yang terhitung dari tahun 2016 hingga 2017 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mempunyai tunggakan yang paling besar dibanding daerah lain yang ada di Sulawesi Tengah.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Parigi Mohamad Tang yang ditemui di Parigi, Minggu (25/11/2018).

Menurutnya, tunggakan beras prasejahtera di Kabupaten Parimo ini sejak tahun 2016 hingga 2017 sebesar Rp 300 juta lebih dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Sulteng, tunggakanya hanya bernilai puluhan juta.

Tunggakan ini terjadi disebabkan sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong belum sepenuhnya melunasi tagihan rastra tersebut ke pihak Bulog. Di antaranya, desa yang ada di Kecamatan Kasimbar, Ampibabo, hingga Moutong.

Dia mengatakan, seharusnya pada tahun 2017 itu pembayarannya semua sudah lunas. Tapi kenyataanya hingga bulan September 2018 ini, belum juga dilunasi.
Setelah diselidki oleh pihaknya, ternyata ada praktek gali lubang tutup lubang yang diduga dilakukan oleh pihak desa maupun Bulog.
“Misalnya, 2016 ada tunggakan ditutupi di tahun 2017, kemudian tahun 2017 datang beras dan itu minus karena harapanya ditutupi di tahun 2018, ternyata Rastra 2018 itu gratis, sehingga membuat mereka kecolongan,” jelasnya.
Ia mengaku terkait hal ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kepala desa. Kemudian ada beberapa desa yang mengakui belum melakukan pembayaran rastra. Namun ada juga sebagian desa yang sudah bayar tetapi uang pembayarannya tidak sampai ke pihak bulog.
“Memang ada beberapa desa itu yang akui belum bayar, ada juga desa yang sudah bayar ternyata tidak sampai ke bulog, entah nyangkut dimana kita belum tahu, nah yang nyangkut itu kita selidiki dan rata-rata desa yang menunggak itu di wilayah utara parimo,” ungkapnya.
Selain kepala desa, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak bulog.
Kemudian untuk mendalami hal ini, kata dia, dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan bulog di kota Palu.
“Dan mungkin dalam waktu dekat sudah naik pada penyidikan,”ujarnya.

Lanjut dia, saat ini pihaknya sudah mengantongi nama-nama calon tersangka. Karena menurutnya, ini masih dalam tahap penyidikan untuk memastiakan apakah memang dari desa benar-benar belum menyetor uang rastra itu ke bulog.
“Penyidikan ini ada tahapnya, pertama penyidikan umum setelah itu baru penangkapan tersangka sekaligus pemberkasan, kemudian di 2019 baru akan di tetapkan tersangkanya,”jelasnya.

(asw/palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.