Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Iphone Jadi Pilihan ‘Orang Miskin’ Tiongkok, Orang Kaya Pilih Huawei

0 106

PALU EKSPRES- Imej soal perangkat smartphone besutan Apple, iPhone adalah perangkat milik orang-orang kaya rupanya tak berlaku di Tiongkok. Padahal di tanah air, perangkat tersebut identik dengan status gengsi orang kaya, mahal, dan lainnya yang khas dengan orang-orang berduit lebih.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Cnet, Sabtu (24/11/2018), iPhone di Indonesia bisa dibilang sebagai penentu tingginya status sosial seseorang yang memilikinya, bakal luntur ketika dibawa ke Tiongkok. Sebab menurut sebuah studi yang dilaporkan South China Morning Post, Apple di Tiongkok mendapat porsi yang sedikit. Sementara pengguna perangkat iPhone justru identik dengan orang kurang berpendidikan dan penghasilan seadanya daripada orang yang menggunakan smartphone merek lain.

Hal tersebut diungkap oleh lembaga riset MobData dan mendapati pengguna iPhone umumnya kurang berpendidikan dengan penghasilan kurang dari CNY 3 ribu atau setara dengan Rp 6 jutaan per bulan. Selain itu iPhone banyak dipakai oleh wanita yang belum menikah antara usia 18 hingga 34 tahun dengan kualifikasi pendidikan kelas menengah.

Studi ini juga menunjukkan banyak pengguna iPhone di Tiongkok dipandang sebagai ‘orang miskin yang tidak terlihat—label untuk sekelompok orang yang penampilannya tidak mencerminkan keuangan mereka.

Jika yang miskin pakai iPhone, yang kaya pakai apa? Dalam penelitian tersebut, si kaya justru disebut lebih memilih menggunakan perangka smartphone Huawei. Sebagai perbandingan, mereka yang menggunakan smartphone Huawei dianggap lebih makmur dengan gaji antara CNY 5 ribu atau setara dengan Rp 10 jutaan hingga CNY 20 ribu atau sekitar Rp 40 jutaan.

Pengguna Huawei biasanya merupakan pengusaha kelas atas dengan gender laki-laki baik single ataupun menikah antara usia 25 dan 34 tahun dan berbekal ijazah atau gelar sarjana. Banyak dari mereka juga memiliki properti dan mobil, tidak seperti pengguna iPhone. Selain itu, pengguna Huawei juga menikmati bermain game PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG).

Mereka juga lebih bervariasi dalam memilih model smartphone Huawei ketimbang pengguna iPhone yang kebanyakan memakai model lawas seperti iPhone 6, 6S, 6S Plus, 7, atau 7 Plus.

Tidak terima begitu saja, sejumlah orang di Negeri Tirai Bambu itu banyak yang ragu atas penelitian tersebut. Studi ini menjadi kejutan bagi banyak orang di layanan Weibo yang mirip Twitter di Tiongkok. Pengguna menyebutnya omong kosong dan mempertanyakan kredibilitas penelitian. Menurut netizen di media sosial lokal tersebut, beberapa model iPhone terbaru jutsru menghabiskan biaya lebih dari cukup untuk membeli sebuah perangkat smartphone Huawei.

Selain Huawei, Xiaomi menjadi pilihan lain kalangan berduit dalam mencari smartphone. Sementara responden yang berpenghasilan CNY 3 ribu – 10 ribu juga memilih smartphone besutan Oppo dan Vivo. Terlepas dari siapa miskin dan kaya, popularitas iPhone di Tiongkok memang terbilang payah. Invasi smartphone Tiongkok nyatanya memang terasa. Tidak hanya di kandangnya sendiri, perangkat smartphone Tiongkok juga mendominasi sejumlah pasar global termasuk Indonesia dengan proporsi yang tak sedikit.

(ce1/ryn/JPC)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.