Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Lagi, Rumah Zakat Salurkan 20 Ribu Kaleng Rendang dan Kornet

Bantuan Hanya diperuntukkan Bagi Pengungsi

0 116

PALU EKSPRES, PALU– Untuk kesekian kalinya Yayasan Rumah Zakat Indonesia menyalurkan bantuan super kurban berupa rendang dan kornet kemasan di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah. Kali ini sedikitnya 20ribu kaleng kembali di salurkan di Kota Palu.

Paket bantuan diserahkan  Program Project Manager Relawan Rumah Zakat Indonesia, Al Razi Izzatul Yazid kepada Wali Kota Palu, Hidayat, Senin 19 November 2018 di Halaman Kantor Wali Kota Palu.

Al Razi menjelaskan, relawan rumah zakat yang sudah sebulan lebih di Kota Palu, sebelumnya telah menyalurkan bantuan serupa dengan jumlah 10.781 kaleng.

“Kami distribusikan sejak masa tanggap darurat hingga transisi. Ini untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak,”kata Al Razi.

Rencananya kata dia, bantuan super kurban yang akan disalurkan secara berkelanjutan di wilayah Palu, Sigi dan Donggala sebanyak 97ribu kaleng.

“Kami distribusikan secara berjangka. Karena kemasan super kurban ini awet selama tiga tahun,”ujarnya.

Selama berada di wilayah Palu, pihaknya jelas Al Razi juga telah melaksanakan sejumlah program. Antara lain pembangunan hunian sementara (Huntara). Sekolah darurat, toilet, masjid dan persiapan pemberdayaan ekonomi.

Dalam masa tanggap darurat pihaknya juga telah menerjunkan sedikitnya 65 tim relawan untuk membantu proses evakuasi. 35 tim medis serta tiga unit ambulance dan klikik. Termasuk menyalurkan 8.116 paket logistik dengan tiga dapur umum.

“Mendirikan sekolah darurat dan melakukan pelayanan psikososial,”ujarnya.

Program rumah zakat di wilayah Palu, Sigi dan Donggala kata rencananya akan bergulir selama tiga tahun kedepan. Salahsatu   program utama yang akan dilaksanakan pemberdayaan berbasis desa. Yang akan menempatkan relawan inspirasi.

Program desa berdaya jelas dia, akan diisi dengan kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang terintegrasi dengan bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

“Target kita agar korban yang terdampak dapat kembali pada kehidupan sebelum bencana,”paparnya.

Wali Kota Palu, Hidayat menyatakan bantuan dalam bentuk rendang dan kornet kemasan sangat tepat untuk diberikan secara berkala. Agar kata dia, bantuan itu bisa diberikan bersama logistik lain.

“Jadi kita akan salurkan bersama dengan paket pangan lain. Misalnya beras, sayur dan lauk pauk,”kata Hidayat.

Bantuan itu tegas Hidayat, nantinya hanya akan diberikan bagi masyarakat yang benar-benar terdampak bencana. Yang saat ini hidup di tenda-tenda pengungsian

Berdasarkan per Tanggal 5 Oktober 2018, jumlah masyarakat di pengungsian saat ini kata Hidayat sebanyak 44.588 jiwa dengan 11.508 kepala keluarga. Menurutnya data itu fluktuatif. Karena itu pihaknya masih akan terus memvalidasi data tersebut.

“Datanya bergerak. Karena banyak diantaranya yang sudah mulai pulang ke rumah. Tapi kalau mendengar ada bantuan, mereka balik lagi di pengungsian,”ujarnya.

Oleh karena itu menurutnya, penyaluran bantuan nantinya akan diatur sedemikian rupa.

“Rencananya setiap satu kepala keluarga akan kita beri satu kaleng. Dan disalurkan dengan pangan lainnya per tiga hari sekali,”sebutnya.

Hidayat berterimakasih atas bantuan dan perhatian yayasan amal tersebut. Proses distribusinya jelas dia sudah juga melalui diskusi antara kedua belah pihak. Dimana bantuan itu diserahkan ke Pemkot Palu untuk selanjutnya disalurkan.

“Kita memang perlu sinergi dalam pendistribusiannya. Agar tidak terulang situasi seperti dalam masa tanggap darurat. Bantuan dari relawan disalurkan masing-masing. Akhirnya banyak penerima yang terima dobol,”jelas Hidayat.

Hidayat berharap kedepan bantuan dari relawan harus benar-benar terkoordinir dan sinergi dengan Pemkot Palu. Dia berharap agar bantuan yang masuk tidak lagi di salurkan langsung oleh relawan.

“Jangan keluar masuk sendiri. Kita harus bersinergi dalam masa transisi darurat ini agar bantuan itu tepat sasaran,”harapnya.

Hidayat mengaku, kerja-kerja relawan rumah zakat sudah sangat optimal dalam masa tanggap darurat hingga transisi saat ini.

“Semoga ini bermanfaat. Silahkan donatur salurkan bantuan ke rumah zakat. Kami sudah melihat fakta atau bukti bagaimana menyalurkan bantuan itu,”imbuhnya.

Terhadap program pemberdayaan desa yang akan dilaksanakan rumah zakat di Kota Palu,  pihaknya pun berharap program itu bisa di sinergikan dengan program yang saat ini sedang berjalan di tingkat kelurahan. Yaitu program kelurahan inovasi unggul dan mandiri, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemandirian bangsa.

“Kebetulan program itu sedang kami galakkan di tingkat kelurahan,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.