Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

ASN Kemenag Kumpulkan Bantuan Rp10,2 Miliar Untuk Sulteng

0 80

PALU EKSPRES, PALU – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) se-Indonesia, secara khusus mengumpulkan dana sumbangan untuk pemulihan pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di beberapa daerah di Sulteng.

Sumbangan tersebut secara simbolis diserahkan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan dampak bencana alam Sulteng, di MAN 1 Kota Palu, Senin 19 November 2018. Dalam kunjungan tersebut, Lukman menyerahkan sumbangan sejumlah Rp10,2 Milyar.

“Tanpa instruksi, tanpa perintah, bahkan tanpa imbauan atasan, mereka secara spontan menyisihkan sebagian harta secara perorangan, sehingga terkumpul sejumlah dana tidak kurang Rp14 Milyar. Sebagian sudah disampaikan sekitar Rp4 Miliar, dan kali ini ada 10,2 Miliar yang nanti akan didistribusikan,” kata Lukman.

Lukman menegaskan, bantuan tersebut akan diikuti bantuan secara resmi oleh Kemenag RI. Bantuan resmi tersebut, rencananya akan menjadi prioritas perhatian oleh Kementerian Agama pada tahun anggaran 2019 mendatang.

Bantuan tersebut tidak hanya disalurkan untuk rehabilitasi bangunan fisik, tetapi juga dalam bentuk santunan khususnya bagi ASN di lingkungan Kemenag, serta para siswa Madrasah yang menjadi korban bencana.

“Kami di tahun anggaran 2019 akan memberikan prioritas perhatian bagi daerah terdampak bencana di Sulteng. Bagi pondok-pondok pesantren kita, Madrasah-madrasah kita, rumah-rumah ibadah kita, juga tentu perguruan tinggi kita, serta kantor-kantor kita seperti KUA dan sebagainya,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Dr. H. Rusman Langke menyebutkan, meski baru dilanda musibah, pelayanan Kemenag di tengah-tengah masyarakat terus diupayakan berjalan dengan maksimal, utamanya pelayanan ke masyarakat melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

Rusman mencontohkan, meski beberapa KUA mengalami rusak berat, seperti KUA dan Balai Nikah di Sirenja, KUA Kulawi, KUA Biromaru, serta KUA Tanambulava, pelayanan tetap diupayakan berjalan maksimal, yang dilaksanakan di Masjid-masjid terdekat. Bahkan untuk KUA Biromaru mendapat pinjaman ruang kelas dari MTs Alkhairaat.

“Untuk pendidikan Alhamdulillah sudah sebulan belakangan ini proses belajar mengajar sudah dilaksanakan di semua Madrasah, baik negeri maupun swasta. Meskipun ada swasta yang menggandeng Madrasah terdekat karena tidak bisa lagi digunakan, dan beberapa masih belajar di bawah-bawah tenda,” tutur Rusman.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.