oleh

Kemendikbud Beri Tunjangan Khusus Guru Terdampak Bencana

PALU EKSPRES, PALU – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan tunjangan khusus kepada para guru dan tenaga kependidikan, yang terdampak bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, di Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Tunjangan tersebut secara simbolis diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Muhadjir Effendy, kepada para Kepala Daerah bersangkutan, di sela-sela apel pencanangan Anak Sulteng Bangkit Lebih Hebat, di lapangan Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Sabtu 17 November 2018.

“Khusus untuk guru-guru yang terdampak gempa, sesuai data yang diajukan oleh Kadis Pendidikan Provinsi, nanti akan mendapatkan tunjangan khusus. Walaupun jumlahnya tidak banyak, akan kita berikan selama enam bulan,” kata Muhadjir.

Anggaran tunjangan khusus tersebut yang diserahkan Muhadjir kepada para kepala daerah, masing-masing sebesar Rp28.077.000.000 untuk 5.629 di Kota Palu, Rp27.003.000.000 untuk 5.248 orang di Kabupaten Donggala, Rp17.431.500.000 utuk 3.462 orang di Kabupaten Sigi, dan Rp3.735.000.000 untuk 743 orang di Kabupaten Parigi Moutong.

Muhadjir menegaskan, tunjangan khusus tersebut diberikan agar para guru dan tenaga kependidikan harus segera kembali ke sekolah, untuk mendorong para peserta didiknya mengejar ketertinggalan pelajaran akibat bencana. Para guru kata Muhadjir tidak seharusnya meminta keringanan, atau mengurangi pelajaran kepada para peserta didiknya dengan alasan bencana alam.

Menurutnya, di saat sekarang ini guru-guru diuji untuk bisa mengejar ketertinggalannya, agar ketika para siswanya mengikuti UN atau USBN nantinya, hasilnya tidak kalah baik atau bahkan lebih bagus dibanding peserta didik di daerah lainnya yang tidak terkena bencana.

“Gempa ini justru harus memacu guru untuk bisa mengantar peserta didiknya mengejar ketinggalan. Tidak boleh ada permintaan dispensasi untuk mengurangi pelajaran, guru bertanggung jawab agar anak didiknya bisa mengejar ketertinggalan ini, di situlah hebatnya Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong,” tegas Muhadjir.

(abr/Palu Ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed