Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

147 Member Ramaikan Pesta Wirausaha TDA Palu

Kerahkan Anggota Untuk Beli Produk TDA Palu

0 226

PALU EKSPRES, PALU– Komunitas Tangan diatas (TDA) juga turut ambil bagian dalam upaya membangkitkan perekonomian di Palu Sulawesi Tengah paska bencana. Strategi yang dilakukan komunitas berbasis pelaku usaha kecil dan menengah ini adalah saling memasarkan produk anggota komunitas  yang ada di Kota Palu.

Sedikitnya 12 ribu anggota komunitas TDA di Indonesia bergerak menjadi medium. Membeli produk anggota mereka yang ada di Kota Palu untuk dipasarkan.

Demikian penjelasan Marketing Komunikasi (Markom) TDA 5.1 Indonesia, Faisal Alfandi dalam kegiatan Pesta Wirausaha tahun 2018, di Taman Gor Palu, Sabtu 17 November 2018.

Selain strategi itu, komunitas TDA menurut dia, juga menyelenggarakan kampanye nasional dalam memasarkan produk-produk dari komunitas TDA Palu.

“Bahwa komunitas TDA Palu bukan orang- orang cengeng. Mereka siap bangkit. Kami harap strategi itu bisa ikut membangkitkan perekonomian di Palu,” ujar Faisal dalam sambutannya.

Gelaran Pesta Wirausaha TDA di Palu tahun 2018 menurut dia adalah bukti bahwa komunitas Palu adalah orang orang kuat yang siap bangkit. Kegiatan itu menurutnya bisa terlaksana dengan baik meski dalam situasi yang belum ideal.

“Pesta wirausaha ini respect TDA Pusat. Meski tertatih dalam kondisi yang tidak ideal namun tetap melaksanakan kegiatan,” tandasnya.

Sementara itu, Fajrin,  Ketua Panitia Pesta Wirausaha Palu dalam laporannya menjelaskan kegiatan yang digelar Sabtu 17 sampai dengan Ahad 18 November itu diramaikan sedikitnya 90 wilayah komunitas TDA  yang ada.

Syahril, Ketua TDA Palu menyebut, sejauh ini TDA Palu sudah beranggotakan sedikitnya 147 member.

“Kami membawa amanah untuk terus berbagi. Kami komunitas terbesar di Indonesia akan terus berusaha agar Palu bisa bangkit,” katanya.

Pesta wirausaha komunitas TDA Palu dibuka Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Syamsul Saifuddin.

Dalam arahannya, Syamsul menyambut baik kegiatan itu. Kegiatan yang menurutnya perlu diapresiasi sebagai sebuah langkah ‘recovery’ geliat perekonomian di Kota Palu.

“Ini bukti pelaku usaha kita di Palu  bisa bangkit dan mulai dan saling menyemangati. Karena pengusaha kecil UKM yang akan mulai bangkitkan perekonomian,”jelas Syamsul.

Dia berharap, pelaku usaha dalam komunitas TDA Palu membuat perencanaan yang matang untuk pengembangan usaha dimasa mendatang.

“Bukan usaha yang sering saya sebut  usaha kecelakaan. Dalam situasi mendesak tanpa perencanaan yang matang. Akhirnya pertengahan jajan gagal,” sebutnya.

Syamsul menjelaskan, recovery perekonomian di Kota Palu setelah bencana termasuk yang paling cepat pulih. Itu lantaran kemauan dan tekad para pelaku usaha untuk bangkit dari keterpurukan.

“Karena itu, ayo berkolaborasi. Buat roadmap kembangkan usaha yang sedang down dengan perencanaan yang jelas. Bangun sinergitas bukan hanya TDA tapi dengan sektor lainnya juga,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Syamsul meminta komunitas TDA Palu untuk bisa membantu melakukan pendataan industri kecil menengah maupun usaha kecil menengah lainnya yang terdampak bencana.

“Mari kita saling membantu. Bangkitkan lagi perekonomian Palu mulai dari unit terkecil,”pungkasnya.

Pesta wirausaha TDA Palu 2018 disemarakkan dengan sejumlah kegiatan pendukung. Diantaranya panggung inspirasi, bazzar kuliner. Ratusan porsi gratis, game and kuis. Stand up comedy dan coaching.

Turut berpartisipasi, Scalup spirit. Pegadaian dan Bank BRI.

(mdi/palu ekspres). 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.