Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kerugian Akibat Penjarahan di RS Anutapura Palu Tembus Rp9 M

0 205

PALU EKSPRES,  PALU- Aksi penjarahan di rumah sakit (RS) Anutapura Palu masih terus terjadi hingga Selasa 6 November 2018 kemarin. Pelaku datang berkelompok-kelompok mengambil sisa-sisa barang yang ada.

“Hari ini (Selasa red), saya masih berpapasan dengan beberapa pelaku penjarahan. Mereka masuk di ruang loundry. Ambil setrika ambil mesin cuci. Semua mereka mau ambil,” ungkap Direktur RS Anutapura Palu,Ruslan, kepada Palu Ekspres, Selasa 5 November 2018 di kantornya.

Ruslan mengaku sudah berusaha melarang pelaku. Tapi para pelaku ini  terbilang nekat. Malahan justru balik mengancam dengan senjata tajam. Karena jumlahnya banyak, petugas dari satuan polisi pamong praja (Satpol PP) menurutnya, tak berdaya untuk menghalau.

“Ada Satpol PP, tapi mereka juga takut. Karena mereka mengancam dengan senjata tajam. Mau ajak baku tikam,” kata Ruslan.

Karena itu pihaknya jelas Ruslan, meminta hal ini menjadi perhatian pihak kepolisian. Atau Satpol PP Palu untuk terus meningkatkan koordinasi dengan kepolisian.

“Karena ini sudah sangat mengkhawatirkan. Barang milik negara dijarah di depan mata. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa,” keluh Ruslan.

Ruslan menyebut, 70 persen aset di RS Anutapura Palu hilang lantaran penjarahan itu. Mereka mengambil apa saja. Tanpa memikirkan barang barang tersebut sangat dibutuhkan dalam masa masa pemulihan.

Ruangan-ruangan yang tidak mengalami kerusakan sengaja dijebol untuk mengambil sisa sisa barang.

“Habis pak, kulkas, televisi, tempat tidur, laptop. Bahkan meja dan kursi sofa yang harganya jutaan rupiah sampai alat alat medis,” tururnya.

Sementara itu wakil direktur (Wadir) pelayanan medik RS Anutapuraz Hery Mulyadi mengungkapkan, kerugian yang mereka alami akibat penjarahan yang terjadi sehari paska bencana, sudah mencapai Rp9miliar lebih.

“Kami sudah hitung. Data itu sudah kami serahkan ke pihak kepolisian,”jelas Hery.

Kata Hery, taksiran kerugian RS Anutapura yang disebabkan bencana saja, ditaksir mencapai RP45miliar. Artinya, kerugian yang dialami dengan adanya penjarahan itu jumlahnya semakin besar.

“Kalau untuk peralatan media dan operasional lainnya yang rusak akibat bencana, tidak seberapa. Tapi yang disebabkan penjarahan itu jauh lebih besar,”ujarnya.

Menurut dia, saat ini pelayanan medik di Anutapura Palu memang sudah buka. Tetapi peralatan penunjang yang digunakan masih sebatas bantuan dari donatur.

“Seperti AC, yang ada saat ini semuanya bantuan. Karena yang lainnya itu habis dijarah,”pungkasnya.

(mdi/Palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.