Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

77 Pelanggar Lalulintas Dijaring di Parimo 

Sepekan Operasi Zebra  Dilaksanakan

0 75

PALU EKSPRES, PARIGI- Sudah sepekan oprasi zebra dilaksanakan. Satuan Lalulintas Polres Parimo berhasil menjaring kurang lebih 77 pelanggar lalulintas baik, pengguna roda dua maupun roda empat.

Kasatlantas Polres Parimo, Iptu M. Abdhi Hendriyatna melalui KBO Lantas Ipda Zulgufran yang ditemui usai melaksanakan oprasi zebra di Parigi, Senin (5/11/2018), mengaku, selama pelaksanaan oprasi zebra banyak pelanggaran yang ditemukan oleh pihaknya di lapangan.

Pelanggaran yang ditemukan kata dia, adalah banyaknya pengendara yang tidak membawa kelengkapan kendaraanya seperti, surat Izin Mengemudi (SIM), Helm, serta STNK.

“Sehari sebelum oprasi ini kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, agar melengkapi seluruh kelengkapan kendaraannya,” ujarnya. 

Operasi zebra ini kata dia, dilaksanakan disetiap titik yang dianggap rawan lakalantas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, hal ini setiap harinya dilaksanakan secara bertahap selama 12 hari. 

Dalam sepekan ini pihaknya memfokuskan kegiatan ini diwilayah ibu Kota Kabupaten,  kemudian selanjutnya ke wilayah selatan Kecamatan Torue, Balinggi hingga Sausu, kemudian balik, bergeser kewilayah utara hingga wilayah Kecamatan Moutong. 

“Kami masih fokus diwilayah Parigi dan Sausu, rencana Kamis baru bergerak keutara,” ujarnya. 

Ia menejelaskan, ada tujuh prioritas yang menjadi perhatian selama oprasi zebra  berlangsung,  pertama helm, sabuk keselamatan, melawan arus, pengendara dibawah umur, mabuk saat berkendaraan,  menggunakan Hendphone, dan memeriksa surat-surat kendaraan.

Selain itu, di Parimo begitu banyak pengguna jalan melakukan tindakan yang berujung pada kecelakaan yaitu, melawan arus, ketika melintas di jalur dua depan kantor bupati, baik itu roda dua maupun roda empat. 

Padahal menurutnya, disetiap sudut jalan itu telah terpasang rambu jalan yang melarang pengendara untuk berlawanan arah namun, itu semua katanya, terabaikan oleh pengguna jalan. 

“Jadi yang paling utama adalah kesadaran masyarakat pengendara harus terbangun sehingga, mengurangi resiko terjadinya kecelakaan,” ungkapnya.

Kebanyakan yang melakukan pelanggaran di seputaran jalur dua komplek perkantoran itu sebutnya adalah, pegawai kantor bupati, serta pelajar.

“Rata-rata yang melakukan ini pegawai, pelajar dan masyarakat buktinya, saat ini banyak yang kami tilang, seharusnya mereka sadar jangan sampai menerobos jalur karena sewaktu-waktu dapat mengakibatkan kecelakaan,” pintanya. 

Ia berharap, masyarakat dapat mentaati aturan lalulintas serta melengkapi surat-surat kendaraan atau pendukung lainnya. 

“Jadi yang harus diperhatikan, ban motor tidak boleh gundul, kaca spion harus dipasang, lampu weser, serta plat kendaraan harus terpasang, karena itu sebagai tanda jati diri kendaraan. Kemudian yang paling utama tidak boleh menggunakan hendphone pada saat berkendara,” ungkapnya.

(asw/Palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.